Fakta dan Mitos Virus Corona, dari Mutasi

Penyebaran sebuah wabah virus Corona masih menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan di sejumlah negara. Berdasarkan dengan dari data situs jumlah kasus dari virus Corona secara global tercatat sebanyak  546.743 pasien sembuh dan juga tercatat 145.359 meninggal dunia. Menjamurnya juga wabah ini diikuti dengan berbagai macam informasi sbobet88 yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Fakta dan Mitos Virus Corona

Beredarnya juga banyak informasi tersebut tentunya membuat sebagian warga resah masyarakat yang menerima dan membacanya. Namun dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta dan juga mitos terkait tentang virus Corona yang sekarang sedang menjadi sebuah virus yang dihadapi berbagai negara.

Virus corona bermutasi lebih mematikan (fakta)

Seluruh virus mengakumulasi mutasi dari waktu ke waktu termasuk juga dengan virus Corona. Di mana sekarang luas penyebaran dari berbagai virus bergantung pada sebuah seleksi alam. Artinya, virus yang dapat menyebar tersebut dengan cepat akan bereplikasi secara efektif ke dalam tubuh dan yang paling serius adalah ketika virus ini ini mampu dengan sukses. Namun untuk kondisi ini ini tidak selalu memposisikan virus menjadi sebuah hal yang berbahaya. Sebab virus yang  paling berbahaya ya akan membunuh dengan cepat atau membuat seseorang merasa sakit sehingga kemungkinan kecil untuk dapat ditularkan. Sementara itu dari analisis genetik yang ditemukan oleh para ilmuwan di China terhadap 103 sampel virus dari pasien yang ada di Wuhan menunjukkan bahwa ada 2 jenis strain yang terdeteksi ya ini l dan juga S mereka juga menyebutkan bahwa kemungkinan strain l lebih agresif baik dalam hal transmisi ataupun juga dalam hal replikasi. Terhadap ini teori tersebut bersifat spekulatif titik dikarenakan teori tersebut belum ada perbandingan langsung untuk dapat melihat Apakah orang yang terpapar sebuah virus cenderung lebih mampu menularkan atau menderita gejala yang lebih parah.

Virus Corona bisa menular dari udara  (mitos) 

Selain itu juga dari informasi terkait virus yang beredar yang dimana virus tersebut dapat menular dari udara tersebar luas di media dan juga di grup grup percakapan. Dunia WHO sendiri juga menegaskan bahwa faktanya virus Corona sendiri tidak dapat menular melalui udara. Adapun pihak dari WHO juga mengkonfirmasi bahwa hal tersebut benar adanya melalui sebuah akun Instagram milik Who pada Jumat 10 April 2020. Who menyebut bahwa anda bisa saja tertular virus jika memang berada dalam jarak 1 meter dari penderita virus covit 19. Selain itu juga, mereka juga menjelaskan, bahwasannya Covid-19  sendiri dapat menular melalui droplet atau juga tetesan liur pasien positif virus corona yang dimana bisa ditularkan jika batuk,bersin ataupun juga berbicara. Kemudian juga penularan dari virus corona ini juga dapat menular melalui sebuah sentuhan permukaan yang dimana permukaan tersebut sudah terkontaminasi droplet dengan cara tidak sadar jika anda menyentuh mata, ataupun juga hidung, dan mulut sebelum anda mencuci tangan.

Virus menular melalui pandangan mata (mitos) 

Menjaga sebuah jarak aman yang dimana antar warga merupakan sebuah cara yang dianjurkan untuk dapat mencegah penyebaran virus corona yang ada. Karena tidak hanya melalui udara, virus corona juga seperti kabar yang santer terdengar dapat menular juga dari pandangan mata dari pasien yang sudah terinfeksi kepada orang lain. Menanggapi sebuah hal tersebut. Menanggapi sebuah informasi tersebut, dokter spesialis paru, yaitu DR dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) menyampaikan, bahwa virus corona sendiri sejatinya tidak dapat menular melalui sebuah pandangan mata. Menurutnya, juga memang ada seorang petugas kesehatan yang dimana terjangkit karena virus tersebut masuk ke dalam mata, namun meskipun mereka telah memakai masker kesehatan yaitu N95. Tetapi, penularan tersebut tidak terjadi karena petugas berpandangan langsung dengan pasien yang terjangkit virus. Penularan tersebut adalah sebuah penularan yang dimana terindikasi dari petugas yang lupa mencuci tangan dan tanpa sadar menggosokan tangannya ke area mata. Jadi untuk kasun virus corona bisa menyebar melalui pandangan mata hal tersebut tidak benar adanya. 

Infeksi virus corona menjangkit semua umur (fakta)

Berdasarkan dari sebuah data yang terkumpul dari Quartz,  yang dimana serangan virus corona sendiri merupakan sebuah jenis virus baru yang dimana diketahui lebih banyak untuk menginfeksi orang-orang yang dimana sudah berusia lanjut. Meski masih tergolong sebuah virus baru, sebuah data yang ada di inggris dan juga china yang mana menyebutkan adalah 41 kematian yang terjadi diakibatkan sebuah virus corona ini dan dimana diantaranya adalah pasien yang sudah berusia lanjut yaitu sudah berusia 50 tahun. Usia lanjut sendiri adalah sebuah rentan yang dapat terinfeksi virus sebab dimana mereka berpotensi memiliki kondisi yang lebih kronis seperti diabetes ataupun juga riwayat penyakit paru. Kondisi tersebut dimana pada akhirnya mereka kesulitan untuk dapat menghadapi sebuah serangan dari patogen virus baru.

Sementara itu, di dalam makalah yaitu  New England Journal of Medicine menganalisis karakteristik atau ciri dari 425 orang pertama di Wuhan yang dimana mereka terinfeksi oleh virus penyebab Covid-19 ini. Ditemukan, juga tidak ada yang dimana pasiennya atau penderita yang lebih muda dari usia 15 tahun. Usia rata-rata pasien yang terinfeksi adalah 59 tahun, dan setidaknya di pertengahan Januari, orang termuda meninggal yang dimana diakibat oleh penyakit tersebut yaitu berusia 36 tahun. Tak hanya itu saja, para NJEM penulis, juga menuliskan bahwa anak-anak yang mungkin akan mendapatkan virus namun gejala yang tampak tersebut akan lebih ringan dibandingkan jika virus tersebut hinggap di orang dewasa.

Virus bisa mati dengan alkohol (fakta)

Saat ini dimana banyak sekali produk alkohol yang disebut dapat membunuh sebuah virus corona apakah semua alkohol dapat digunakan secara efektif untuk dapat menangkap atau membunuh virus corona?. Banyak sekali sekarang ini hampir keseluruhan berbasis alkohol yang dimana hal ini mengandung sebuah larutan etanol yang tinggi dimana diantaranya adalah 60-80 persen kadarnya. Kandungan tersebut dimana dapat membunuh sebuah virus yang dimana akan sama efektifnya dengan menggunakan sabun. Namun untuk kerja sabun sendiri lebih baik digunakan untuk dapat membunuh virus. Sebab cara kerja sabun sendiri juga dimana dinilai lebih efektif. Dengan sedikit air yang digunakan untuk dapat membasahi permukaan kulit, dan menggosokannya perlahan maka cairan sabun akan menjangkau seluruh permukaan kulit anda. Sedangkan untuk menggunakan alkohol yang berbasis sanitizer sendiri tidak mudah menjangkau seluruh sela-sela bagian kulit yang ada. Oleh karena itu penting untuk dapat menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sesudah memegang sesuatu karena hal tersebut dapat dilakukan dan menjadi yang paling efektif untuk dapat menghilangkan virus yang ada. 

Itulah beberapa mitos dan juga fakta terkait dengan virus corona, yang dimana belakangan ini marak kita dengan dari sosial media ataupun juga dari pesan singkat. Untuk semua informasi mengenai virus corona ada baiknya kita menelaah lebih jauh kebenaran informasi tersebut agar nantinya tidak akan menimbulkan banyak ketakutan di masyarakat luas. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan semoga kita semua dilindungi, oleh karena itu penting untuk dapat menjaga kebersihan diri dan juga sekitar mencuci tangan sesering mungkin, menggunakan masker, dan menjaga jarak adalah hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menekan penyebaran virus ini. Tetap sehat!