Mengenal Virus-Virus yang Berbahaya Selain Corona

Virus corona atau COVID-19 kini telah menyebar di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini sudah membunuh ribuan orang dalam kurun waktu yang cukup singkat hanya dalam beberapa bulan. Namun ternyata selain COVID-19, ada masih banyak jenis-jenis virus yang juga berbahaya. Sebelum menjelaskan tentang beberapa virus yang berbahaya tersebut, ada baiknya kita kilas balik mengingat kembali apa itu virus sebenarnya, bagaimana asalnya hal ini bisa muncul, dan bagaimana cara mencegahnya. Sebenarnya kata virus sbobet88 online menurut beberapa orang pakar yang disampaikan ke dalam bukunya seputar mikrobiologi dan sel-sel kecil, berasal dari bahasa latin yang bertuliskan venom dimana kata ini bermakna racun. Venom dinyatakan sebagai bentuk suatu racun karena hampir semua jenis virus mengakibatkan penyakit bagi penderitanya.

Virus dapat menyerang aneka jenis makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia. Virus punya sifat yang unik yaitu saat berada di dalam sel dari sebuah makhluk hidup lain, virus dapat aktif hidup seperti layaknya makhluk hidup biasa, namun apabila ia berada di luar sebuah sel tertentu maka aktivitasnya akan berhenti sama sekali seperti hanya sebuah partikel mati. Virus pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Rusia yang bernama Dmitri Ivanovsky pada tahun 1892, dan disusul oleh Beyerinch seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda pada tahun 1899. Keduanya menemukan virus pada daun tembakau yang kemudian dikenal sebagai penyakit mosaik. Ukuran dari virus sangatlah kecil, dapat mencapai kisaran 0,02 hingga 0.3 mikrometer.

Virus yang berukuran paling kecil adalah virus polio. Panjang tubuhnya hanya 25 mikrometer. Karena ukuran virus sangatlah kecil, maka virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop khusus yang berjenis elektron. Sementara itu virus memiliki bentuk yang berbagai macam. Ada virus yang bentuknya bulat, batang, oval, dan berbentuk seperti huruf T. Virus berbentuk bulat seperti contohnya virus influenza dan virus AIDS, sedangkan yang bentuknya batang seperti virus TMV, virus berbentuk oval contohnya virus rabies, dan yang berbentuk T misalnya jenis virus yang sering menyerang bakteri. Berikut kita simak informasi lebih lanjutnya akan aneka virus berbahaya.

Aksi Cara Virus Menyebar

Untuk dapat berkembang biak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup sebagai media perkembangannya. Oleh karena itu virus menginfeksi aneka macam sel seperti sel bakteri, sel hewan, sel tumbuhan serta sel manusia. Salah satu cara kerja virus disebut lisogenik. Pada infeksi dengan cara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel, namun akan berintegrasi dengan DNA dari sel induk. Dari situlah virus akan bertambah banyak seiring dengan saat sel inang membelah dirinya. 

Virus saat menyerang tumbuhan bakau bisa menular ke hewan melalui serangga yang melakukan kontak dengannya. Kemudian serangga yang sudah terinfeksi virus dari tumbuhan semula akan dimakan oleh hewan dan virus tersebut berpindah ke tubuh hewan tersebut, hingga akhirnya hewan itu dimakan manusia termasuk virusnya ikut berpindah. Virus yang menyerang manusia juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai opsi seperti dari makanan, minuman, udara, darah, luka, dan gigitan termasuk air liur sebagai salah satunya.” Selain virus corona baru (Covid-19) yang dikenal sedang ganas-ganasnya menyerang manusia pada masa kini, ada aneka macam virus berbahaya yang pernah dicatat dalam sejarah menyerang manusia seperti diantaranya Ebola, HIV, dan Rabies. 

Ebola

Seperti yang diketahui dari berbagai informasi bahwa virus ini merusak jaringan dan sel tubuh secara cukup drastis. TIngkat kerusakan yang dapat dihasilkan bahkan dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu yang cukup singkat hingga kurang dari dua minggu. Ebola dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh antar orang yang sehat dengan penderita ebola seperti contohnya melalui darah, feses, urin, ludah dan keringat. 

Rabies

Meskipun vaksin rabies yang diperuntukkan hewan peliharaan sudah diperkenalkan para pakar sejak tahun 1920-an, penyakit ini telah cukup ditekan hingga sangat jarang lagi muncul di kawasan negara maju. Namun penyakit ini tetap menjadi momok di beberapa negara seperti India dan banyak negara Afrika. TIngkat dampak berbahaya yang dapat dihasilkan oleh penyakit ini hingga dapat menghancurkan otak. Apabila seseorang tidak mendapatkan perawatan khusus setelah diketahui terinfeksi virus rabies, maka 100 persen penderitanya bisa mengalami kematian pada bagian tubuhnya.

HIV

Masih sering dipaparkan pada aneka website seputar kesehatan, di era modern ini virus yang paling memberi dampak merusak hingga tingkat terparah menyebabkan kematian bagian tubuh secara perbagian hingga keseluruhan adalah penyakit HIV. Penyakit ini masih menjadi pembunuh terbesar yang terus aktif dan dapat menulari siapa saja yang melakukan interaksi fisik hingga terkena cairan dari orang yang mengidap HIV. Diperkirakan hingga masa kini penyakit HIV yang dikenal dengan nama AIDS telah membunuh sekitar 36 juta orang sejak penyakit ini pertama kali diakui keberadaannya pada awal tahun 1980-an. Hal yang lebih mengerikan lagi, penyakit ini belum ditemukan obat penawarnya.

Cacar

Di masa kini virus cacar mungkin sudah dianggap sangat wajar oleh banyak orang. Ditambah lagi informasi yang terdapat pada tahun 1980, Lembaga Kesehatan Dunia menyatakan bahwa dunia telah bebas dari serangan cacar. Namun sebelum masa itu, manusia berjuang sekuat tenaga untuk dapat melawan penyakit cacar ini hingga ribuan tahun lamanya. Penyakit cacar dapat membunuh sekitar 1 dari 3 orang yang terinfeksi. Walaupun penderita dari penyakit ini banyak yang selamat dan telah sembuh kembali, namun pada korbannya akan memiliki bekas luka yang ditinggalkan secara permanen. Dalam kondisi terparahnya juga penyakit ini tak jarang yang menimbulkan faktor kebutaan bagi penderitanya.

Apakah Virus yang Ada di Tubuh Bisa Dibunuh?

Banyak macam orang mengira bahwa virus bisa dibunuh dengan mengkonsumsi antibiotik, namun menurut sebuah situs mengenai kesehatan ternyata tidak. Hal ini dikarenakan karakteristik virus yang berbeda dengan bakteri. Antibodi efektif dapat digunakan untuk membunuh bakteri. Sedangkan untuk jenis virus hanya bisa ditangani dengan melemahkan virus tersebut agar tidak lagi produktif dan berkembang dalam tubuh inangnya. Virus dapat dibunuh dengan jenis penangkis khusus yang dikenal dengan istilah antivirus atau antiviral. Namun antivirus hanya dirancang untuk menghambat proses infeksi dan perkembangan dari virus tersebut. Sehingga tidak dapat disebut sebagai menghilangkan secara utuh kondisi virus tersebut. Karena virus hanya dapat bertahan hidup dengan cara berkembang biak melalui metode menginfeksi sel inang tempat tinggalnya. 

Upaya mengurangi dampak pengaruh dari virus bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti salah satunya yaitu menghadang virus untuk mencapai bagian inti dari sel inangnya. Sehingga materi yang dilepaskan virus dapat dicegah perkembangannya sebelum meraih bagian inti dari sel inang yang rencananya akan diinfeksi. Di masa kini aneka jenis antivirus telah dikembangkan, melalui cara menargetkan enzim dan protein di bagian sel inang yang terinfeksi, cara ini kemudian digunakan untuk menggabungkan bagian-bagian dari partikel virus yang baru agar dapat dicegah fungsinya agar tidak begitu berdampak pada bagian inang. 

Virus dapat dicegah sebelum menyerang tubuh, dimana hal ini bisa dilakukan dengan bantuan vaksin. Vaksin yang menjadi virus yang telah dilemahkan dapat mengurangi risiko virus yang menginfeksi di waktu yang akan datang. Hal ini mendorong sistem imun tubuh sebagai sel inang yang dihinggapi virus tersebut dapat bertahan dan memproteksi dirinya sendiri saat diserang oleh sosok virus yang sebenarnya. Vaksin membantu sistem imun dalam menciptakan bahan penangkis untuk menghadapi infeksi. Proses ini mendorong sistem imun tubuh untuk dapat menghasilkan antibodi yang efektif untuk dapat menangkal virus tersebut. Demikian gambaran dan informasi seputar beberapa macam virus yang berbahaya. Terus menjaga kesehatan dan terapkan pola hidup yang sehat untuk mencegah diri tertular aneka penyakit akibat dari virus.

3 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Menurut WHO

Ketika membayangkan akan “penyakit paling mematikan”, mungkin banyak orang akan terpikir dengan kategori seperti orang-orang yang kondisi tubuhnya sudah sangat menderita dan tidak lagi dapat hidup secara nyaman. Hal ini diakibatkan karena tipikal orang tersebut memiliki aneka macam gejala yang sangat parah bahkan kondisi nyawanya sudah berada dalam status yang sangat berbahaya karena dapat kapanpun hilang tanpa diduga. Sebaliknya bertolak belakang dari itu, ada banyak juga macam penyakit lainnya yang disebut orang serasa hanya kurang enak badan saja. Sehingga keberadaan dari penyakit ini hampir dirasa tidak terlalu memberi masalah besar.

Hal ini dapat diakibatkan karena penyakit ringan tersebut umumnya tidak akan membunuh banyak macam orang, dan hanya berakhir di kondisi tubuh yang sedikit tidak nyaman saja. Namun ternyata penyakit yang paling merupakan jenis berbahaya dan dapat mematikan adalah jenis penyakit yang perkembangannya berlangsung dengan lambat. Dari skala 56,4 juta kematian yang terjadi pada tahun 2015 lalu, sekitar 68%nya berasal dari kondisi kesehatan yang buruk hingga mencapai status kronis dalam periode jangka waktu yang panjang.

Berbeda dengan penyakit yang penyebaran berlangsung secara cepat dan timbul sebagai akibat dari suatu konsekuensi bencana, penyakit mematikan yang berkembang lambat dapat dipantau dan dikendalikan sehingga jumlahnya dapat lebih dikurangi. Menggunakan perhitungan yang tepat, perawatan, langkah untuk pencegahan dan saran dari pihak penyedia layanan kesehatan, pasien dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko konsekuensi dari kondisi fatal mereka. Berikut lima jenis penyakit paling tinggi yang tercatat sering membunuh banyak jenis orang di seluruh dunia setiap tahunnya, yang dianalisis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Penyakit Arteri Koroner

Penyakit ini menjadi salah satu jenis yang paling mengerikan dan telah membunuh banyak jenis orang. Penyakit ini dikenal dengan nama penyakit jantung iskemik. Pada jenis penyakit ini, kondisi pembuluh darah seseorang menjadi menyempit akibat dari timbulnya tumpukan di jalur pembuluh darah yang berada di dekat jantung. Saat dimana rongga pembuluh darah ini semakin sempit, maka orang tersebut akan memiliki resiko besar untuk terserang penyakit jantung. Gejala yang terjadi seperti rasa nyeri di dada, gagal jantung, serta kondisi aritmia. Anda mungkin memiliki resiko untuk dapat terserang penyakit jantung saat memiliki satu atau lebih kondisi berikut:

– Tekanan darah atau kadar kolesterol yang dalam ukuran tinggi

– Kebiasaan untuk merokok

– Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa

– Memiliki penyakit diabetes atau berat badan yang lebih dari normal

Untungnya berkat peningkatan yang cukup cepat dan progresif dalam peningkatan ilmu pengetahuan, perawatan medis dan pendidikan, angka kematian yang diakibatkan karena penyakit arteri koroner di masa kini telah menurun. Meskipun penyakit ini masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia, namun banyak orang sudah lebih waspada dalam menjaga kondisi tubuhnya agar tidak mengalami penyakit ini hingga membuat hidupnya lebih menderita dan merepotkan pihak keluarga. Penyakit arteri koroner dapat dicegah dan dihindari dengan mempertahankan pola hidup yang baik.

Untuk mengurangi resiko terserang penyakit ini, berikut tips mudah yang dapat diikuti:

– Usahakan untuk berolahraga secara teratur

– Pertahankan berat badan anda di angka yang sehat

– Konsumsi makanan dengan pola diet seimbang yang rendah sodium, banyak konsumsi buah-buahan serta sayuran secara rutin dan seimbang

– Hindari merokok atau berada di kondisi yang banyak asap rokok

– Cukup konsumsi alkohol dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan

2. Stroke

Penyakit stroke menjadi salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya dan sering menjadi penyakit pembunuh manusia. Kondisi ini terjadi saat terdapat penyumbatan di arteri otak atau terjadi kebocoran. Akibatnya otak akan kekurangan oksigen dan banyak sel yang berada di sana dapat mati dalam waktu yang cepat. Pada penderita gejala ini akan merasa mati rasa pada bagian tubuhnya, kesulitan untuk beraktivitas seperti berjalan atau melihat, sehingga banyak dari mereka yang semakin bingung kian harinya. Gejala ini sering disebut dengan istilah mati rasa yang dialami bagian tubuh. Orang yang menderita penyakit ini bisa disembuhkan, namun memerlukan proses penanganan yang cukup intensif. Karena jika tidak dapat membuat status penderitanya mengalami cacat dalam waktu yang panjang. Akibat dari banyak orang yang belum sadar akan gejala dan bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ini, maka banyak dari antara mereka yang terlambat untuk menyadarinya. Oleh karena itu penyakit ini sering menyebabkan kondisi berbahaya bagi penderitanya serta mengakibatkan bentuk kecacatan.

Faktor kondisi yang dapat menyebabkan risiko stroke seperti:

– Riwayat tekanan darah tinggi

– Riwayat stroke dari anggota keluarga

– Kebiasaan merokok, terutama jika dikombinasikan dengan melakukan kontrasepsi oral

– Riwayat diabetes

– Penyakit aneurisma otak atau malformasi pembuluh arteri-vena

– Faktor usia dan jenis kelamin

Beberapa faktor yang menimbulkan risiko stroke masih dapat dikurangi dengan perawatan pencegahan aneka kondisi yang dapat menimbulkan gejala ini, perubahan gaya hidup sehingga menjadi lebih baik. Secara garis besarnya, kebiasaan baik berikut dipercaya dapat menurunkan resiko terserang stroke:

– Mengontrol tekanan darah tinggi dengan tempo yang normal

– Lakukan olahraga secara teratur

– Konsumsi makanan sehat yang rendah sodium

– Hindari merokok maupun asap rokok

– Konsumsi minuman alkohol secukupnya

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Beberapa jenis penyakit yang sering dialami di saluran pernafasan juga tergolong menjadi penyakit mematikan yang berbahaya. Beberapa contohnya seperti penyakit flu, bronkitis, TBC serta pneumonia. Keempat jenis ini merupakan contoh infeksi di bagian paru-paru yang dapat membuat kondisi anda menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Selain itu virus dan bakteri jahat yang masuk ke dalam saluran udara sering menyebabkan aneka gejala utama seperti batuk, sesak napas atau rasa sesak di dada, serta kondisi mengi. Jika hal ini tidak diobati, maka infeksi yang ada di saluran pernapasan bagian bawah dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Untuk mencegah aneka macam infeksi pernapasan, ada baiknya anda untuk lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau menyentuh bagian wajah. Faktor ini menjadi kondisi sensitif yang dapat memicu aneka macam gejala penyakit untuk bisa diderita Jika sekalipun anda tertular infeksi di saluran pernafasan ini, usahakan untuk berdiam di rumah untuk bisa banyak beristirahat dan lebih aktif dalam memulihkan kondisi tubuh anda. Agar bagian tubuh anda dapat mendetoks bagian infeksi yang dialami agar menjadi lebih cepat dibersihkan hingga kondisi anda kembali pulih. Dengan berdiam di rumah, anda juga sudah membantu agar orang lain tidak tertular. Demikian contoh 3 jenis penyakit yang dinyatakan paling berbahaya menurut lembaga kesehatan WHO. Semoga informasinya bermanfaat dan anda terus sehat selalu ya.

Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Hal yang dimana menjadi sebuah hal yang lebih buruk dibandingkan pada saat pandemi adalah sebuah kabar tentang mengenai kemungkinan dengan adanya  sebuah virus baru. Munculnya sebuah isu tentang adanya sebuah pandemi lain yang akan terjadi di masa depan. Dimana diketahui para peneliti China yang belum lama ini memperingatkan tentang jenis flu babi dengan jenis baru yang dimakan virus ini juga menjadi sebuah virus yang akan berpotensi menjadi  sebuah pandemi virus berikutnya. Laporan yang diungkapkan para peneliti China tersebut dimana sudah dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America atau yang dikenal dengan nama PNAS.

Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Di mana di dalam sebuah laporan dari kemenangan bermain di situs joker123 itu, para peneliti China yang juga mereka memaparkan sebuah temuan dari pengawasan yang dimana menjadi salah satu hal yang mereka lakukan terhadap sebuah virus flu babi  yang ada di China yaitu uang dahulu pernah mewabah dari 2011 hingga dengan 2018. Dari sebuah pengawasan mereka, dimana para peneliti yang dimana mereka menemukan sebuah jenis dari flu babi baru yang dimana jenis virus opini juga salah satu virus yang dinamai dengan genotipe 4 (G4) EA (Eurasian avian-like) H1N1. Berikut ini tentang sejumlah catatan fakta penting yang dimana sudah mereka paparkan. 

Berasal dari garis keturunan virus berbeda

Jika dahulu dimana kita pernah mengalami sebuah kondisi dimana adanya virus Flu babi yang merebak. Untuk jenis virus G4 EA H1N1 yang dimana virus ini sendiri adalh sejis virus yang juga merupakan salah satu dari enam genotipe dari virus yang dimana  para peneliti temukan pada sejak 2011 hingga 2018. Menurut catatan peneliti, dimana mereka mengungkapkan bahwa varian virus G4 EA H1N1 ini yang ternyata memiliki garis keturunan dari strain yang memang ditemukan pada virus flu burung yang ada di wilayah Eropa dan juga Asia (Eurasian avian-like virus), strain yang berasal dari virus H1N1 yang dimana pada saat itu menyebabkan sebuah pandemi flu babi yang dahulu sempat terjadi pada tahun 2009 silam, dan virus H1N1 yang berasal dari Amerika Utara yang dimana virus ini sendiri adalah virus yang memiliki gen dari virus flu burung, manusia, dan juga babi. 

Para peneliti yang dimana mereka sendiri menyebut, varian genotipe selain G4 yang dimana varian ini sendiri diketahui telah menghilang peredarannya. Varian G1, ini misalnya, muncul pada sebuah bagian utara dan  juga bagian selatan China. Namun, genotipe itu  sendiri yang dimana juga dilaporkan menghilang sejak  tahun 2014 lalu. Adapun genotipe 2,3, dan juga 6 yang dimana jenis ini hanya muncul sementara pada tahun 2011 hingga dengan tahun 2015. Sementara genotipe virus G5 sendiri yang di ketahui jenis ini muncul bersamaan dengan G4 yang dimana ada di wilayah selatan China yang ada pada tahun 2013, tetapi G5 sendiri yang dimana juga tidak pernah ditemukan lagi untuk sebuah keberadaannya di bumi ini yang ada dimana sejak  tahun 2018. 

Fakta-fakta Flu Babi Untuk Jenis Baru yang Juga Berpotensi Pandemi 

Virus ini sendiri awal mula yang dimana diketahui sebuah virus yang ditemukan di 10 provinsi yang ada di China. Dalam hal mengawasi perkembangannya ini dimana virus flu babi ini sendiri, para peneliti yang juga telah melakukan sebanyak 30.000 tes swab yang di lakukan kepada babi di berbagai rumah jagal yang dimana di ketahui di temukan dan tersebar di 10 provinsi Cina. Jumlah tersebut juga yang dimana menurut data didukung oleh 1.000 swab lain dari hewan babi dengan gejala dan juga gangguan pernapasan yang dimana di ketahui ada di rumah sakit pendidikan dan kedokteran hewan mereka. 

Diketahui juga dimana dari puluhan ribu tes swab tersebut, juga para peneliti yang dimana juga menemukan 179 virus flu babi. Sebagian besar dari virus yang diketahui tersebut berjenis G4, yang dimana diketahui jeni ini juga yang telah mendominasi di babi sejak tahun 2016.  Virus G4 yang dimana dahulu telah diketahui juga menjadi salah satu virus yang menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dimana sudah sejak 2016, dan juga virus ini yang juga diketahui merupakan sebuah jenis dari genotipe dominan yang dimana ada dalam sirkulasi yang ada pada babi dan juba dimana yang sudah terdeteksi di setidaknya sudah ada 10 provinsi yang dikatakan oleh para peneliti. 

Telah menular ke manusia, dan dimana juga dalam jenis ini adalah sebuah virus yang berpotensi jadi pandemi di masa depan. Untuk mencari tahu apakah virus G4 EA H1N1 juga telah menginfeksi manusia, para peneliti yang dimana kemudian mereka melakukan pengawasan serologis yang sudah dimulai sejak 2016 hingga juga 2018. Mereka dimana sudah berhasil mengumpulkan total dari 338 sampel serum yang dimana serum ini dikumpulkan dari para pekerja yang ada di sebuah peternakan babi di 15 peternakan babi yang berbeda. Sebanyak 230 sampel serum yang juga didapat dari rumah tangga biasa juga dikumpulkan oleh para peneliti sebagai kelompok yang digunakan sebagai pembanding populasi. 

Berdasarkan juga dengan sebuah pantauan para peneliti, dimana tercatat sebanyak 10,4 persen atau juga diketahui 35 dari 338 peternak babi yang dimana memang positif G4 EA H1N1. Adapun juga diketahui dari kelompok rumah tangga biasa, yang dimana sudah diketahui ternyata sebanyak 4,4 persen atau juga  10 dari 230 orang yang sudah  positif G4 EA H1N1. 

Dengan demikian, dimana dalam hal ini sendiri sudah dapat disimpulkan bahwa virus G4 EA H1N1 ini adalah jenis virus Flu babi jenis baru yang dimana juga virus ini telah berpindah dari hewan ke manusia. Para ilmuwan yang dimana juga belum menemukan bahwa adanya bukti bahwa virus tersebut juga dapat ditularkan dari manusia kepada manusia lainnya.  

Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru yang Berpotensi Pandemi 2

Adapun juga dimana diketahui dalam sebuah pengujian terhadap beberapa sel manusia, para peneliti yang dimana mereka menyebut virus G4 sendiri yang ternyata dapat bereplikasi secara efektif. Mereka juga akhirnya menemukan bahwa virus G4 yang juga ternyata dapat bereplikasi dan juga dapat menciptakan patogen yang ada  pada ferret, hewan yang ternyata mirip musang yang juga banyak digunakan dalam sebuah studi flu karena memang mereka mengalami gejala yang tentunya akan serupa dengan manusia. 

Dari sejumlah pengujian yang sudah dilakukan oleh para peneliti dan percobaan yang dimana juga sudah mereka lakukan, para peneliti yang dimana mereka semua khawatir atas sebuah potensi dna juga sebuah penularan yang memang dapat terjadi dari virus G4 yang memang menjadi virus yang bisa tersebar antar manusia. 

Sangat mengkhawatirkan jika diketahui bahwa infeksi virus G4 yang dimana pada manusia juga nantinya akan menjadi salah satu hal yang meningkatkan adaptasi atau kondisi yang ada di dalam tubuh  manusia dan juga nantinya akan meningkatkan sebuah risiko pandemi manusia.  

Manusia tidak kebal dengan G4 EA H1N1

Seperti yang memang sudah diketahui, kekebalan manusia yang dimana terhadap suatu virus tentunya bisa muncul setelah mereka memang terpapar oleh virus terkait atau juga bisa melalui sebuah vaksin. Namun dalam kasus G4 EA H1N1, dimana para peneliti memperingatkan bahwa nantinya manusia sendiri tidak akan memiliki sebuah kekebalan terhadap virus  tersebut. Sebab, virus flu babi  ini dimana salah satu dari jenis baru yang dimana jenis virus ini sendiri mengalami sebuah penyimpangan antigenik yang dimana hal ini sendiri dapat mengurangi perlindungan imunitas terhadap manusia akan virus itu. Perubahan antigenik yang dimana juga akan diakibatkan dari virus G4,  yang di mana hal ini juga diungkapkan peneliti, nantinya akan disebabkan karena mereka yang nantinya juga telah membentuk sebuah kelompok dari sebuah evolusi yang sangat independen. 

Itulah beberapa fakta menarik dan mengejutkan tentang kemunculan virus flu babi baru. Dimana yang di takutkan di masa depan adalah jika virus ini sendiri adalah salah satu virus yang memang akan menjadi sebuah masalah baru yang akan datang, semoga tentunya hal ini tidak akan terjadi.