Virus Ebola, si Virus Teroris yang Sangat Mematikan

Apa sih virus ebola itu? Apakah kalian tahu virus tersebut? Jadi penyakit Ebola itu disebabkan oleh virus yang ada bukan dari bakteri, maka vaksinnya akan sangat sulit untuk ditemukan. Penyerangan yang terjadi akibat Virus Ebola sendiri ia akan menyerang sel imun tubuh orang tersebut hal itu yang menyebabkan sistem imun tubuh orang tidak dapat dikendalikan lagi.

Virus Ebola hingga sampai saat ini masih belum ditemukan obat dan juga vaksinnya. Virus Ebola ini merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat di dunia karena virus ini dapat menyebabkan perdarahan yang luar biasa bagi yang terkena virusnya. Selain itu juga, virus Ebola ini memiliki tingkat kematian yang tinggi bagi orang terjangkit virusnya.

Virus Ebola ini sangat jarang ditemukan di luar daerah Afrika tetapi pernah pada saat itu terjadi di luar dari negara Afrika, virus ini pernah terjadi di negara seperti di Rusia, lalu di Inggris, Italia, Amerika, Filipina, dan Spanyol juga. Namun, hal tersebut terjadi karena memiliki kasus-kasus infeksi tersebut muncul karena adanya kecelakaan di laboratorium atau ketika ada seseorang yang kembali dari Afrika.

Latar Belakang dari Virus Ebola

Virus Ebola ini sudah ada sejak jauh sebelum mulai menginfeksi manusia. Namun, virus ini mulai menyebar karena adanya pertumbuhan populasi, lalu interaksi dengan hewan liar, dan ketika penjelajahan ke dalam hutan-hutan.

Virus Ebola yang pertama kali ditemukan di negara Afrika Tengah pada saat virus ebola ini masuk di tahun 1976, yaitu mulai menginfeksi orang yang ada di daerah Kongo dan Sudan bagian selatan. Istilah mpo terbaru Ebola berasal dari kejadian kasus yang pertama infeksi virus Ebola pada sebuah desa yang dekat dengan sungai Ebola di daerah Kongo, Afrika Tengah.

Pada awalnya, ada seorang peneliti yang berasumsi bahwa kedua kasus tersebut mulai terjadi dari satu virus yang sama, akan tetapi ternyata infeksi virus Ebola tersebut merupakan dua jenis dari virus Ebola yang berbeda.

Tempat bersarangnya Virus Ebola

Selain mengenai manusia, ternyata virus Ebola ini juga dapat menginfeksi hewan, misalnya itu seperti gorila, simpanse, dan mamalia lainnya, hewan hewan tersebut yang dapat terinfeksi virus ebola ini. Kelelawar buah Afrika juga sudah diduga sebagai salah satu dari kontributor dalam penyebaran virus Ebola ini.

Pada kasus yang tertentu, virus Ebola ini tidak menimbulkan adanya gejala-gejala yang mematikan pada saat telah menginfeksi manusia maupun pada hewan mamalia lainnya meskipun itu virus Ebola tersebut akan ditemukan di darah atau cairan yang ada di tubuh, organ, dan jaringan yang sudah terinfeksi.

Mengapa virus Ebola itu sangat sulit untuk ditemukan vaksinnya?

Virus Ebola itu sangat sulit untuk dipelajari karena hanya ada sedikit tempat saja yang dapat digunakan untuk para peneliti mulai bereksperimen dengan virus Ebola. Laboratorium untuk meneliti virus tersebut dan yang digunakan juga haruslah yang memiliki keamanan level empat, karena virus ini sangat berbahaya.

Penyakit Ebola ini disebabkan oleh virus dan bukan dari bakteri, maka vaksinnya akan sangat sulit untuk ditemukan. Hal ini karena vaksin yang untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri itu akan lebih mudah dikembangkan oleh peneliti daripada vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus hal ini yang menyulitkannya.

Virus Ebola itu juga merupakan jenis virus yang sangat cepat dalam berevolusi. Oleh karena itu, vaksin yang dikembangkan hingga sekarang ini belum tentu juga dapat mengatasi infeksi pada virus Ebola di masa yang akan datang. Ya karena virus tersebut berkembang seiring berjalannya waktu.

Virus Ebola ini bisa dikatakan dengan virus yang serupa dengan virus HIV, virus yang menyerang sel imun yang ada di tubuh yang menyebabkan sistem imun tidak dapat dikendalikan dan juga tidak dapat memproduksi molekul yang memicu peradangan. Peradangan tersebut akan memecahkan pembuluh darah yang kecil.

Kerusakan pada pembuluh darah akhirnya akan menurunkan tekanan darah dan menyebabkan terjadinya gagalnya organ-organ yang ada di tubuh.

Apa yang terjadi jika seseorang terinfeksi virus Ebola?

Virus ebola itu belum ada vaksinnya dan juga belum ada pengobatan untuk orang yang terinfeksi oleh virus Ebola ini dan itu hal yang tidak ada yang dapat menangani infeksi virus Ebola dan juga mungkin saja dokter atau yang lainnya tidak mau menangani karena hal ini akan sangat beresiko terjadinya penyebaran virus atau hal lain sebagainya dan juga tidak menutup kemungkinan jika tidak ditangani akan terjadi penyebaran secara luas juga. Pada saat ini obat yang digunakan oleh orang yang terkena virus ebola ini hanya untuk mengatasi infeksi virus Ebola hanya dapat mencegah virus Ebola hanya menggandakan dirinya dalam tubuh penderita.

Penanganan yang lainnya juga yang diberikan adalah pemberian sebuah terapi oksigen hal ini untuk mempertahankan tingkat oksigen yang ada dalam tubuh dan juga akan memberikan cairan dan elektrolit melalui infus.  

Penderita virus tersebut juga akan diberikan banyak jenis obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah yang ada pada si penderita, untuk mengurangi diare dan muntah juga, untuk mengatasi demam yang terjadi dan menghilangkan rasa sakit, serta untuk mengobati infeksi yang terjadi di lainnya yang mungkin saja dapat muncul di tubuh penderita.

Tidak jarang juga seorang penderita akan dapat sembuh dan akan mengembangkan antibodi terhadap virus Ebola ini, hal ini yang dapat bertahan hingga 10 tahun lamanya atau bahkan bisa lebih dari 10 tahun. Namun, hal ini masih belum diketahui apakah antibodi tersebut akan dapat bertahan seumur hidup para penderita dan akan berlaku untuk semua jenis virus ebola atau tidak.

Ada beberapa penderita yang sudah berhasil sembuh dari virus Ebola ini dan mendapatkan efek samping dari infeksi virus Ebola tersebut, efek samping dari virus ebola ini yaitu seperti masalah pada sendi dan juga pada penglihatan orang tersebut.

Kenali gejala dari infeksi virus Ebola ini!

Gejala yang terjadi akibat infeksi virus Ebola ini dapat mulai terlihat dua hingga sampai 21 hari setelah penderita ini mulai terinfeksi dengan virus Ebola ini. Yang pada umumnya, ada sebuah tanda-tanda dari orang yang terinfeksi virus Ebola yaitu mulai terlihat sekitar delapan hingga 10 hari setelah penderita mulai terpapar oleh virus Ebola.

Pada awalnya gejala dari infeksi virus Ebola ini akan sekilas terlihat sangat serupa dengan virus malaria atau flu. Namun, setelahnya akan ada gejala dari infeksi virus Ebola yang akan terlihat jauh lebih jelas dan hal ini meliputi seperti gejala berikut ini:

  • Akan merasakan sakit kepala yang sangat parah
  • Akan merasakan kelelahan dan rasa lemas yang dialaminya
  • Setelah itu akan mengalami demam
  • Akan merasakan sakit perut
  • Terjadi nyeri otot
  • Hal yang paling parah yaitu akan mengalami pendarahan atau memar yang tidak dapat dijelaskan
  • Penderita juga akan muntah-muntah
  • Lalu akan mengalami diare

Apabila kalian atau kerabat kalian ada yang mengalami gejala yang ada di atas setelah selesai kalian berkunjung ke Afrika atau daerah yang lain yang sudah terpapar virus Ebola, harus segera untuk berkonsultasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.

Virus Corona ini Menjadi Virus yang Mematikan di Dunia Sekarang ini

Virus corona ini dari tahun 2019 di wuhan, Tiongkok. Yang kini sudah meraja relakan dunia, karena virus ini dunia sekarang dalam keadaan status bahaya, apalagi di Indonesia yang setiap hari nya korban positif nya itu semakin memuncak bahkan virus ini itu sudah menjadi nomor satu dengan korban terinfeksi terbanyak di seluruh dunia, Indonesia ini memang tidak ada tandingannya, sangat luar biasa. Berikut ini beberapa penjelasan pada virus yang sedang booming di seluruh dunia.

Pengertian dari Virus Covid-19

Coronavirus atau virus corona ini merupakan keluarga besar dari virus yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas ringan hingga yang sedang, virus ini itu seperti penyakit flu. Sudah banyak orang yang terinfeksi virus ini, setidaknya ada satu kali dalam hidupnya. Atau bahkan ada yang sudah terkena akan terkena kembali, hal ini masih belum diketahui kenapanya.

Namun, ada beberapa jenis virus corona yang juga bisa menimbulkan sebuah penyakit yang lebih serius lagi, misalnya:

  1. MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome).
  2. SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome).
  3. Pneumonia.

SARS yang pertama kali muncul pada bulan November tahun 2002 di Tiongkok, dan mulai menyebar ke beberapa negara yang lain. Mulai dari negara Hongkong, negara Vietnam, negara Singapura, negara Indonesia, negara Malaysia, negara Inggris, negara Italia, negara Swedia, negara Swiss, negara Rusia, hingga pada negara Amerika Serikat. Epidemi SARS ini berakhir hingga pada pertengahan 2003 sekitar 1 tahun dan itu menjangkiti sebanyak 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya ada 774 orang mesti kehilangan nyawanya akibat penyakit yang infeksi pada saluran pernapasan berat tersebut. 

Hingga saat ini sudah terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang sudah diidentifikasi, yaitu:

  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  • HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  • SARS-COV (hal ini yang menyebabkan sindrom pada pernapasan yang akut).
  • MERS-COV (sindrom pada pernapasan Timur Tengah).
  • COVID-19 atau juga dikenal juga dengan nama Novel Coronavirus (hal ini yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun Desember 2019, dan mulai menyebar ke negara-negara lainnya mulai dari bulan Januari 2020. Indonesia sendiri pun mulai mengumumkan adanya kasus covid 19 dari bulan Maret 2020

Faktor Resiko Infeksi Covid-19

Siapa pun bisa terinfeksi virus corona. Akan tetapi, yang akan cepat terinfeksi adalah bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah yang lebih rentan terhadap serangan virus covid-19 ini. Selain itu juga, pada kondisi musim juga akan mungkin sangat berpengaruh. Contohnya, di Korea Selatan, infeksi virus corona lebih umum terjadi ketika pada musim gugur dan musim dingin saja yang memuncak. 

Di samping itu, ada seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau berkunjung ke negara yang rawan terhadap virus corona, juga akan sangat berisiko terserang virus ini. Misalnya, saat kalian berkunjung ke Tiongkok, khususnya pada kota Wuhan, yang menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019 tahun lalu.

Penyebab Infeksi Covid-19

Infeksi corvid-19 ini disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan dari virus corona ini mulai menyebar seperti virus lain yang pada umumnya, seperti pada: 

  1. Percikan air liur orang yang terinfeksi covid-19 (batuk dan bersin salah satu contohnya).
  2. Menyentuh tangan atau wajah seseorang yang terinfeksi virus covid-19.
  3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah kalian memegang barang yang terkena percikan air liur yang pengidap virus corona. 
  4. Tinja atau feses (hal ini jarang terjadi)

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasinya itu belum diketahui secara pastinya. Namun, rata-rata gejala yang akan ditimbulkan nya setelah 2-14 hari setelah virus pertama ini mulai masuk ke dalam tubuh yang terinfeksi. Di samping itu juga, metode pada transmisi COVID-19 juga belum diketahui secara dengan pasti. Awalnya, pada virus corona ini memiliki jenis COVID-19 yang diduga bersumber dari hewan yang ada. Namun ternyata Virus corona COVID-19 ini merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk itu pada hewan unta, kucing, dan juga kelelawar. 

Sebenarnya itu virus ini dapat dikatakan jarang sekali berevolusi dan juga menginfeksi manusia dan menyebar mulai menyebar ke individu lainnya. Namun, pada kasus yang ada di Tiongkok kini sudah menjadi bukti yang nyata kalau virus ini itu bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, saat ini penularannya itu bisa dari manusia ke manusia.

Gejala Infeksi Covid-19

Virus corona ini bisa menimbulkan berbagai macam gejala, dan gejalanya itu beragam pada gejala seorang pengidapnya. Gejala yang akan muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang orang nya, dan tahukah kalian seberapa seriusnya infeksi yang akan terjadi. Berikut ini ada beberapa gejala virus covid-19 yang terbilang ringan:

  • Hidung kalian akan beringus.
  • Kalian akan mengalami Sakit kepala.
  • Serta kalian akan Batuk.
  • Kalian juga akan merasakan Sakit tenggorokan.
  • Dan mulai terjadi Demam.
  • Kalian akan Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu kalian ditegaskan, ada beberapa virus corona dapat menyebabkan sebuah gejala yang parah lagi. Infeksinya itu dapat berubah menjadi seperti bronkitis dan pneumonia (hal ini disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan beberapa gejala seperti:

  • Kalian akan demam yang cukup tinggi bila pasien ini mengidap pneumonia.
  • Kalian juga akan batuk dengan lendir yang keluar dari mulut kalian.
  • Kalian akan merasakan sesak nafas.
  • Nyeri pada dada atau sesak saat kalian bernapas dan juga batuk.

Infeksi ini bisa semakin parah bila mulai menyerang kelompok individu yang tertentu. Contohnya itu, orang yang ada riwayat penyakit jantung atau memiliki penyakit paru-paru, orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan juga lansia.

Diagnosis Infeksi Coronavirus  

Untuk mendiagnosis infeksi pada virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau bisa disebut dengan wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan kalian seputar gejala atau keluhan yang dialami oleh pasien. Selain itu juga, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada fisik kalian, dan melakukan pemeriksaan darah untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

Dokter juga mungkin akan melakukan sebuah tes dahak, dokter akan mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pada pernafasan lainnya. Pada kasus ini yang diduga sebagai infeksi novel coronavirus, dokter akan langsung melakukan swab pada tenggorokan, DPL, mengecek fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

 Komplikasi Infeksi Coronavirus  

Virus covid-19 ini yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan sebuah komplikasi pada pneumonia, dan memiliki masalah pada pernapasan parah lainnya bila tidak ditangani dengan cepat dan juga dengan tepat. Selain itu juga, SARS juga bisa menyebabkan terjadinya kegagalan pada pernafasan, gagal jantung, hati, dan mengakibatkan kematian.

Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus ini juga bisa menimbulkan sebuah komplikasi yang sangat serius. Jika kalian terinfeksi virus ini bisa saja menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan yang akut, bisa juga gagal ginjal, dan bahkan menyebabkan kematian.