Mengenal Virus-Virus yang Berbahaya Selain Corona

Virus corona atau COVID-19 kini telah menyebar di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini sudah membunuh ribuan orang dalam kurun waktu yang cukup singkat hanya dalam beberapa bulan. Namun ternyata selain COVID-19, ada masih banyak jenis-jenis virus yang juga berbahaya. Sebelum menjelaskan tentang beberapa virus yang berbahaya tersebut, ada baiknya kita kilas balik mengingat kembali apa itu virus sebenarnya, bagaimana asalnya hal ini bisa muncul, dan bagaimana cara mencegahnya. Sebenarnya kata virus sbobet88 online menurut beberapa orang pakar yang disampaikan ke dalam bukunya seputar mikrobiologi dan sel-sel kecil, berasal dari bahasa latin yang bertuliskan venom dimana kata ini bermakna racun. Venom dinyatakan sebagai bentuk suatu racun karena hampir semua jenis virus mengakibatkan penyakit bagi penderitanya.

Virus dapat menyerang aneka jenis makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia. Virus punya sifat yang unik yaitu saat berada di dalam sel dari sebuah makhluk hidup lain, virus dapat aktif hidup seperti layaknya makhluk hidup biasa, namun apabila ia berada di luar sebuah sel tertentu maka aktivitasnya akan berhenti sama sekali seperti hanya sebuah partikel mati. Virus pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Rusia yang bernama Dmitri Ivanovsky pada tahun 1892, dan disusul oleh Beyerinch seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda pada tahun 1899. Keduanya menemukan virus pada daun tembakau yang kemudian dikenal sebagai penyakit mosaik. Ukuran dari virus sangatlah kecil, dapat mencapai kisaran 0,02 hingga 0.3 mikrometer.

Virus yang berukuran paling kecil adalah virus polio. Panjang tubuhnya hanya 25 mikrometer. Karena ukuran virus sangatlah kecil, maka virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop khusus yang berjenis elektron. Sementara itu virus memiliki bentuk yang berbagai macam. Ada virus yang bentuknya bulat, batang, oval, dan berbentuk seperti huruf T. Virus berbentuk bulat seperti contohnya virus influenza dan virus AIDS, sedangkan yang bentuknya batang seperti virus TMV, virus berbentuk oval contohnya virus rabies, dan yang berbentuk T misalnya jenis virus yang sering menyerang bakteri. Berikut kita simak informasi lebih lanjutnya akan aneka virus berbahaya.

Aksi Cara Virus Menyebar

Untuk dapat berkembang biak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup sebagai media perkembangannya. Oleh karena itu virus menginfeksi aneka macam sel seperti sel bakteri, sel hewan, sel tumbuhan serta sel manusia. Salah satu cara kerja virus disebut lisogenik. Pada infeksi dengan cara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel, namun akan berintegrasi dengan DNA dari sel induk. Dari situlah virus akan bertambah banyak seiring dengan saat sel inang membelah dirinya. 

Virus saat menyerang tumbuhan bakau bisa menular ke hewan melalui serangga yang melakukan kontak dengannya. Kemudian serangga yang sudah terinfeksi virus dari tumbuhan semula akan dimakan oleh hewan dan virus tersebut berpindah ke tubuh hewan tersebut, hingga akhirnya hewan itu dimakan manusia termasuk virusnya ikut berpindah. Virus yang menyerang manusia juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai opsi seperti dari makanan, minuman, udara, darah, luka, dan gigitan termasuk air liur sebagai salah satunya.” Selain virus corona baru (Covid-19) yang dikenal sedang ganas-ganasnya menyerang manusia pada masa kini, ada aneka macam virus berbahaya yang pernah dicatat dalam sejarah menyerang manusia seperti diantaranya Ebola, HIV, dan Rabies. 

Ebola

Seperti yang diketahui dari berbagai informasi bahwa virus ini merusak jaringan dan sel tubuh secara cukup drastis. TIngkat kerusakan yang dapat dihasilkan bahkan dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu yang cukup singkat hingga kurang dari dua minggu. Ebola dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh antar orang yang sehat dengan penderita ebola seperti contohnya melalui darah, feses, urin, ludah dan keringat. 

Rabies

Meskipun vaksin rabies yang diperuntukkan hewan peliharaan sudah diperkenalkan para pakar sejak tahun 1920-an, penyakit ini telah cukup ditekan hingga sangat jarang lagi muncul di kawasan negara maju. Namun penyakit ini tetap menjadi momok di beberapa negara seperti India dan banyak negara Afrika. TIngkat dampak berbahaya yang dapat dihasilkan oleh penyakit ini hingga dapat menghancurkan otak. Apabila seseorang tidak mendapatkan perawatan khusus setelah diketahui terinfeksi virus rabies, maka 100 persen penderitanya bisa mengalami kematian pada bagian tubuhnya.

HIV

Masih sering dipaparkan pada aneka website seputar kesehatan, di era modern ini virus yang paling memberi dampak merusak hingga tingkat terparah menyebabkan kematian bagian tubuh secara perbagian hingga keseluruhan adalah penyakit HIV. Penyakit ini masih menjadi pembunuh terbesar yang terus aktif dan dapat menulari siapa saja yang melakukan interaksi fisik hingga terkena cairan dari orang yang mengidap HIV. Diperkirakan hingga masa kini penyakit HIV yang dikenal dengan nama AIDS telah membunuh sekitar 36 juta orang sejak penyakit ini pertama kali diakui keberadaannya pada awal tahun 1980-an. Hal yang lebih mengerikan lagi, penyakit ini belum ditemukan obat penawarnya.

Cacar

Di masa kini virus cacar mungkin sudah dianggap sangat wajar oleh banyak orang. Ditambah lagi informasi yang terdapat pada tahun 1980, Lembaga Kesehatan Dunia menyatakan bahwa dunia telah bebas dari serangan cacar. Namun sebelum masa itu, manusia berjuang sekuat tenaga untuk dapat melawan penyakit cacar ini hingga ribuan tahun lamanya. Penyakit cacar dapat membunuh sekitar 1 dari 3 orang yang terinfeksi. Walaupun penderita dari penyakit ini banyak yang selamat dan telah sembuh kembali, namun pada korbannya akan memiliki bekas luka yang ditinggalkan secara permanen. Dalam kondisi terparahnya juga penyakit ini tak jarang yang menimbulkan faktor kebutaan bagi penderitanya.

Apakah Virus yang Ada di Tubuh Bisa Dibunuh?

Banyak macam orang mengira bahwa virus bisa dibunuh dengan mengkonsumsi antibiotik, namun menurut sebuah situs mengenai kesehatan ternyata tidak. Hal ini dikarenakan karakteristik virus yang berbeda dengan bakteri. Antibodi efektif dapat digunakan untuk membunuh bakteri. Sedangkan untuk jenis virus hanya bisa ditangani dengan melemahkan virus tersebut agar tidak lagi produktif dan berkembang dalam tubuh inangnya. Virus dapat dibunuh dengan jenis penangkis khusus yang dikenal dengan istilah antivirus atau antiviral. Namun antivirus hanya dirancang untuk menghambat proses infeksi dan perkembangan dari virus tersebut. Sehingga tidak dapat disebut sebagai menghilangkan secara utuh kondisi virus tersebut. Karena virus hanya dapat bertahan hidup dengan cara berkembang biak melalui metode menginfeksi sel inang tempat tinggalnya. 

Upaya mengurangi dampak pengaruh dari virus bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti salah satunya yaitu menghadang virus untuk mencapai bagian inti dari sel inangnya. Sehingga materi yang dilepaskan virus dapat dicegah perkembangannya sebelum meraih bagian inti dari sel inang yang rencananya akan diinfeksi. Di masa kini aneka jenis antivirus telah dikembangkan, melalui cara menargetkan enzim dan protein di bagian sel inang yang terinfeksi, cara ini kemudian digunakan untuk menggabungkan bagian-bagian dari partikel virus yang baru agar dapat dicegah fungsinya agar tidak begitu berdampak pada bagian inang. 

Virus dapat dicegah sebelum menyerang tubuh, dimana hal ini bisa dilakukan dengan bantuan vaksin. Vaksin yang menjadi virus yang telah dilemahkan dapat mengurangi risiko virus yang menginfeksi di waktu yang akan datang. Hal ini mendorong sistem imun tubuh sebagai sel inang yang dihinggapi virus tersebut dapat bertahan dan memproteksi dirinya sendiri saat diserang oleh sosok virus yang sebenarnya. Vaksin membantu sistem imun dalam menciptakan bahan penangkis untuk menghadapi infeksi. Proses ini mendorong sistem imun tubuh untuk dapat menghasilkan antibodi yang efektif untuk dapat menangkal virus tersebut. Demikian gambaran dan informasi seputar beberapa macam virus yang berbahaya. Terus menjaga kesehatan dan terapkan pola hidup yang sehat untuk mencegah diri tertular aneka penyakit akibat dari virus.