Berkembang Biaknya Virus HIV di Dunia

Kesehatan merupakan salah satu bidang yang akan menjadi fokus yang paling utama yang ada di dunia ini. Sebab karena ada banyak sekali macam masalah kesehatan yang telah mempengaruhi eksistensi berbagai kalangan masyarakat yang ada di dunia. Ditambah lagi, adanya arus imigran dan juga urbanisasi yang sangat cepat untuk memicu intensitas penyebarannya dan juga penularan penyakit yang tertentu, termasuk juga pada penyakit yang sangat berbahaya seperti HIV.

Di kalangan masyarakat global maupun lokal, penyakit yang satu ini menjadi sebuah biang ketakutan semua orang yang ada di dunia. Penyakit yang satu ini memang hingga saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkannya, namun untuk pencegahannya dapat dilakukan secara sedini mungkin. Sementara itu, ada sekitar lebih dari 70 juta orang yang sudah terinfeksi virus HIV ini dan juga sudah ada lebih dari 35 miliar orang yang sudah meninggal akibat AIDS berdasarkan survei kesehatan yang dilaksanakan oleh WHO pada tahun 2017. Berikut ini pengetahuan mengenai kapan virus ini mulai muncul ? bagaimana asal usul dari HIV dan lain sebagainya yang akan kami ringkas sebaik mungkin.

Apa Virus HIV itu?

Sebagai awal pembahasan, marilah ketahui deskripsi tentang HIV terlebih dahulu. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem imun tubuh manusia, khususnya sel CD4 atau biasa dikenal sebagai sel T (T cell). Virus ini bekerja secara agresif terhadap sistem imun tubuh.

Padahal, kekuatan dan ketahanan tangkasnet tubuh sangat bergantung pada sistem imun tubuh. Jika sistem imun tubuh terganggu, kekebalan tubuh terhadap bermacam penyakit akan melemah. Hasilnya, tubuh akan mudah diserang infeksi virus, bakteri jahat, dan sumber penyakit lainnya. Pada akhirnya, muncullah penyakit yang disebut AIDS.

Lalu Sekarang Apa itu AIDS?

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah penyakit gangguan imunitas tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Pada penderita AIDS atau ODHA (Orang dengan HIV AIDS), tubuh mereka akan melemah seiring berjalannya waktu. Virus HIV merusak sistem imun tubuh dengan cara menyerang dan membunuh sel T yang terkandung di dalam sel darah putih.

Sel T maupun sel darah putih memiliki fungsi yang amat penting bagi tubuh karena sel tersebut berperan sebagai pelindung tubuh dari infeksi serta pemulihan tubuh (self-healing). Sayangnya, sel tersebut tidak kuat melawan keagresifan virus HIV sehingga tubuh tidak dapat melawan infeksi atau penyakit yang ada. Di samping itu, virus HIV yang agresif tersebut akan memakan sel T untuk memperbanyak diri dan menyebar ke seluruh tubuh. Tubuh ODHA yang mengalami pelemahan akan rentan diserang penyakit, seperti infeksi dan kanker. Akan tetapi, ada treatment atau perawatan terhadap orang-orang yang terjangkit virus HIV ini. Meskipun tidak ada obat untuk HIV atau AIDS, seseorang yang menjalani penanganan medis tertentu secara rutin memiliki potensi hidup yang dapat menjangkau masa hidup orang yang tidak terjangkit AIDS.

Asal Usul Adanya Virus HIV

pembahasan terkait asal-usul virus HIV merupakan pembahasan yang panjang hingga saat ini. Pasalnya, kelompok-kelompok tertentu mulai menaruh keterlibatan geopolitik di dalam isu ini. Tidak ada yang ingin negaranya disalahkan karena telah menjadi tempat penyebaran pandemi AIDS pertama. Namun, kini sejumlah peneliti telah menghasilkan laporan tentang rekam jejak sejarah HIV AIDS.

Diduga Berasal dari Kongo

Sejarah kemunculan pandemik ini berkilas balik pada tahun 1920. Pada tahun tersebut, diyakini bahwa penyebaran HIV muncul pertama kalinya di Kinshasa, sebuah pusat dan kota terbesar Republik Demokratik Kongo. Sebenarnya, virus HIV mulanya terdapat pada hewan. Identifikasi awal yang ditemukan identik dengan HIV adalah sebuah rangkaian virus yang dimiliki simpanse. Virus ini disebut sebagai SIV atau Simian Immunodeficiency Virus. Virus itu menyebar dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya melalui perburuan dan hubungan seksual antar hewan.

Dari Hewan ke Manusia

Selanjutnya, virus SIV menyebar ke manusia ketika perburuan terjadi di Afrika. Simpanse yang memiliki virus mematikan ini dimakan oleh pemburu atau cipratan darah/cairan dari tubuh simpanse masuk ke tubuh pemburu melalui luka. Lalu mulailah terjadinya transmisi virus SIV pertama antara hewan dan manusia.

Awal Penyebaran Virus HIV

Setelah menghinggapi tubuh manusia, virus SIV berevolusi menjadi HIV. Penyebarannya terjadi melalui para imigran dan perdagangan manusia (sex trade). Pada tahun 1960-an, virus HIV menyebar dari Afrika ke Haiti dan orang-orang Kepulauan Karibia. Penyebaran berikutnya terjadi satu dekade setelahnya. Virus HIV berpindah dari Kepulauan Karibia ke New York City pada sekitar 1970, lalu ke San Francisco. Akhirnya, virus HIV pun menyebar ke dunia dari Amerika Serikat lewat penerbangan internasional.

Tidak Langsung Disadari Eksistensinya

Meskipun demikian, mulanya penyakit HIV ini tidak dikenali masyarakat dan tenaga medis. Memang, virus HIV telah menyebar di Amerika Serikat pada tahun 1970-an, namun virus ini baru mulai disadari pada awal tahun 1980-an. Soalnya, virus ini menyerang sistem imun. Sehingga bermacam penyakit yang muncul diperkirakan sebagai akar masalahnya. Apalagi, belum ada konsep penyakit AIDS kala itu.

Kasus pertama yang tercatat pada tahun 1981 oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) berpusat pada kondisi kesehatan buruk yang dialami para pria homoseksual. Para pria tersebut mengalami penurunan imunitas secara drastis dan terkena pneumonia. Setelah itu, muncullah istilah penyakit gangguan sistem imun yang diasosiasikan dengan GRID (gay-related immune deficiency) dan gay plague. Penyakit ini erat kaitannya dengan kaum homoseksual karena kebanyakan penderitanya adalah homoseksual pada saat itu.

Digunakan Sebuah Istilah AIDS

Tada bulan September 1982, barulah CDC menggunakan sebuah istilah AIDS untuk pertama kalinya sebagai pendeskripsian penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. sementara itu, sudah dilaporkan bahwa ada sejumlah kasus yang serupa juga dengan AIDS yang terjadi di negara-negara yang ada di Eropa pada akhir tahun 1982.

Penyebaran Virus HIV

HIV dapat ditemukan didalam cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Namun, HIV tidak dapat tersebar melalui keringat atau urine. HIV termasuk virus yang rapuh, tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Umumnya, penyebaran virus HIV terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Cara penyebaran lainnya termasuk:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, pada saat proses melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Melalui penggunaan alat bantu seks yang dipakai bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi.

selain virus mematikan yang sedang ada sekarang ini ternyata masih banyak virus mematikan yang lainnya juga seperti virus HIV ini yang menyerang sistem kekebalan tubuh atau sistem imun pada tubuh manusia yang terkena virus tersebut.

Selain Virus Corona, Ternyata Virus ini Juga Mematikan

Manusia sebenarnya sudah berperang melawan banyak virus dan hal itu sudah terjadi sejak lama sebelum adanya virus Corona yang sedang melanda dunia. Untuk beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus, sudah ada vaksin dan juga obat yang dapat mengatasi infeksi itu, sehingga penularan yang terjadi sudah tidak secara luas. Akan tetapi masih ada vaksin virus yang belum bisa ditemukan hingga sekarang ini, seperti pada virus HIV.

Dalam beberapa dekade terakhir ini, sejumlah virus yang sudah mulai berpindah dari hewan ke manusia kali ini sudah sangat berhasil memicu wabah yang cukup besar, sampai merenggut banyak nyawa manusia, hal tersebut seperti kita alami saat ini, yaitu virus Corona. Selain itu juga ada beberapa virus yang pernah mewabah di belahan dunia yang juga mematikan sama seperti virus Corona ini berikut ini ada beberapa virus yang juga mematikan sama seperti virus corona bahkan lebih parah.

Virus Marburg

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada tahun 1967, ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman yang terpapar monyet-monyet yang terinfeksi yang diimpor dari Uganda. Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian.

Menurut WHO, tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25 persen, tetapi lebih dari 80 persen pada wabah periode 1998 hingga 2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola.

Virus Ebola

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada tahun 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain, atau interaksi dari orang atau hewan yang terinfeksi. Menurut seorang ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston, Elke Muhlberger, strain virus Ebola diketahui bervariasi pada dampak kematian. Satu strain, Ebola Reston, bahkan tidak membuat orang sakit. Tetapi untuk strain Bundibugyo, tingkat kematian mencapai 50 persen, dan hingga 71 persen untuk strain Sudan.

Menurut WHO, wabah yang sedang berlangsung di Afrika Barat dimulai pada awal tahun 2014 ini merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga sekarang.

HIV

Di dunia modern, virus yang paling mematikan dari semuanya mungkin adalah HIV. Menurut Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara untuk Infectious Disease Society of America, HIV masih menjadi pembunuh terbesar.

Diperkirakan 32 juta orang telah meninggal karena HIV sejak penyakit ini pertama kali diakui pada awal tahun 1980-an. Obat antivirus yang kuat memang memungkinkan pasien hidup selama bertahun-tahun dengan HIV. Tetapi penyakit ini terus menghancurkan banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana 95 persen infeksi HIV baru terjadi. Hampir 1 dari setiap 25 orang dewasa di wilayah Afrika positif HIV, terhitung lebih dari dua pertiga dari orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia.

Hantavirus 

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) pertama kali mendapat perhatian luas di Amerika Serikat pada tahun 1993, ketika seorang lelaki muda yang sehat dan tunangannya meninggal dalam beberapa hari karena sesak napas. Beberapa bulan kemudian, otoritas kesehatan menemukan hantavirus dari tikus rusa yang tinggal di rumah salah satu orang yang terinfeksi. Lebih dari 600 orang di Amerika Serikat telah terinfeksi HPS dan 36 persen telah meninggal karena penyakit ini.

Virus ini tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain, melainkan orang yang tertular penyakit ini dari paparan kotoran tikus yang terinfeksi. Menurut sebuah makalah 2010 dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews menyebutkan sebelumnya, hantavirus yang berbeda menyebabkan wabah pada awal tahun 1950-an, saat Perang Korea terjadi. Lebih dari 3.000 tentara terinfeksi dan sekitar 12 persen dari mereka tewas.

Demam Berdarah

Virus demam berdarah pertama kali muncul pada tahun 1950-an di Filipina dan Thailand, kemudian menyebar ke seluruh wilayah tropis dan subtropis di dunia. Hingga 40 persen dari populasi dunia sekarang tinggal di daerah-daerah di mana demam berdarah adalah endemik, dan penyakit ini kemungkinan akan menyebar lebih jauh ketika suhu dunia menghangat.

Menurut WHO, demam berdarah menginfeksi 50 hingga 100 juta orang per tahun. Meskipun tingkat kematian untuk demam berdarah lebih rendah dari beberapa virus lain, pada 25 persen, virus dapat menyebabkan penyakit seperti Ebola yang disebut demam berdarah dengue dan kondisi itu memiliki tingkat kematian 20 persen jika tidak diobati. Vaksin untuk demam berdarah disetujui pada 2019 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk digunakan pada anak-anak berusia 9-16 tahun yang tinggal di daerah di mana demam berdarah biasa terjadi dan dengan riwayat infeksi virus yang dikonfirmasi.

Rotavirus 

Rotavirus dapat menyebar dengan cepat melalui fecal-oral route dan menyebabkan diare parah pada bayi dan anak kecil. Meskipun anak-anak di negara maju jarang meninggal karena infeksi rotavirus, penyakit ini adalah pembunuh di negara berkembang.

WHO memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sebanyak 453 ribu anak-anak di bawah 5 tahun meninggal akibat infeksi rotavirus pada 2008. Namun, negara-negara yang telah memperkenalkan vaksin virus tersebut telah melaporkan penurunan tajam dalam kematian rotavirus.

SARS-CoV

Virus yang menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah atau SARS ini pertama kali muncul pada tahun 2002 di provinsi Guangdong, China selatan. Virus itu awalnya kemungkinan muncul pada kelelawar, kemudian melompat ke mamalia malam seperti musang sebelum akhirnya menginfeksi manusia. Setelah memicu wabah di China, SARS menyebar ke 26 negara di seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 8 ribu orang dan menewaskan lebih dari 770 selama dua tahun.

Penyakit ini menyebabkan demam, menggigil dan sakit pada tubuh, dan seringkali berkembang menjadi pneumonia, suatu kondisi parah di mana paru-paru menjadi meradang dan terisi dengan nanah. SARS memiliki angka kematian diperkirakan 9,6 persen, dan sampai sekarang, belum memiliki pengobatan atau vaksin yang disetujui.

SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan SARS-CoV, yang saat ini dikenal sebagai virus Corona (COVID-19), dan pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di kota Wuhan, China. Virus ini kemungkinan berasal dari kelelawar, sama seperti SARS-CoV, dan melewati hewan peralihan sebelum menginfeksi manusia. Sejak kemunculannya, virus Corona telah menginfeksi puluhan ribu orang di China dan ribuan lainnya di seluruh dunia. Wabah yang sedang berlangsung saat ini mengharuskan Wuhan dan kota-kota terdekat melakukan karantina, pembatasan perjalanan ke dan dari negara-negara yang terkena dampak dan upaya di seluruh dunia untuk mengembangkan diagnostik, perawatan, dan vaksin.

Penyakit ini memiliki angka kematian sekitar 2,3 persen. Orang-orang yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan yang sebelumnya memang bermasalah, tampaknya paling berisiko mengalami penyakit parah atau komplikasi. Gejala umum virus ini mencakup demam, batuk kering dan sesak napas. Penyakit ini juga dapat berkembang menjadi pneumonia pada kasus yang parah.

Virus Ebola, si Virus Teroris yang Sangat Mematikan

Apa sih virus ebola itu? Apakah kalian tahu virus tersebut? Jadi penyakit Ebola itu disebabkan oleh virus yang ada bukan dari bakteri, maka vaksinnya akan sangat sulit untuk ditemukan. Penyerangan yang terjadi akibat Virus Ebola sendiri ia akan menyerang sel imun tubuh orang tersebut hal itu yang menyebabkan sistem imun tubuh orang tidak dapat dikendalikan lagi.

Virus Ebola hingga sampai saat ini masih belum ditemukan obat dan juga vaksinnya. Virus Ebola ini merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat di dunia karena virus ini dapat menyebabkan perdarahan yang luar biasa bagi yang terkena virusnya. Selain itu juga, virus Ebola ini memiliki tingkat kematian yang tinggi bagi orang terjangkit virusnya.

Virus Ebola ini sangat jarang ditemukan di luar daerah Afrika tetapi pernah pada saat itu terjadi di luar dari negara Afrika, virus ini pernah terjadi di negara seperti di Rusia, lalu di Inggris, Italia, Amerika, Filipina, dan Spanyol juga. Namun, hal tersebut terjadi karena memiliki kasus-kasus infeksi tersebut muncul karena adanya kecelakaan di laboratorium atau ketika ada seseorang yang kembali dari Afrika.

Latar Belakang dari Virus Ebola

Virus Ebola ini sudah ada sejak jauh sebelum mulai menginfeksi manusia. Namun, virus ini mulai menyebar karena adanya pertumbuhan populasi, lalu interaksi dengan hewan liar, dan ketika penjelajahan ke dalam hutan-hutan.

Virus Ebola yang pertama kali ditemukan di negara Afrika Tengah pada saat virus ebola ini masuk di tahun 1976, yaitu mulai menginfeksi orang yang ada di daerah Kongo dan Sudan bagian selatan. Istilah mpo terbaru Ebola berasal dari kejadian kasus yang pertama infeksi virus Ebola pada sebuah desa yang dekat dengan sungai Ebola di daerah Kongo, Afrika Tengah.

Pada awalnya, ada seorang peneliti yang berasumsi bahwa kedua kasus tersebut mulai terjadi dari satu virus yang sama, akan tetapi ternyata infeksi virus Ebola tersebut merupakan dua jenis dari virus Ebola yang berbeda.

Tempat bersarangnya Virus Ebola

Selain mengenai manusia, ternyata virus Ebola ini juga dapat menginfeksi hewan, misalnya itu seperti gorila, simpanse, dan mamalia lainnya, hewan hewan tersebut yang dapat terinfeksi virus ebola ini. Kelelawar buah Afrika juga sudah diduga sebagai salah satu dari kontributor dalam penyebaran virus Ebola ini.

Pada kasus yang tertentu, virus Ebola ini tidak menimbulkan adanya gejala-gejala yang mematikan pada saat telah menginfeksi manusia maupun pada hewan mamalia lainnya meskipun itu virus Ebola tersebut akan ditemukan di darah atau cairan yang ada di tubuh, organ, dan jaringan yang sudah terinfeksi.

Mengapa virus Ebola itu sangat sulit untuk ditemukan vaksinnya?

Virus Ebola itu sangat sulit untuk dipelajari karena hanya ada sedikit tempat saja yang dapat digunakan untuk para peneliti mulai bereksperimen dengan virus Ebola. Laboratorium untuk meneliti virus tersebut dan yang digunakan juga haruslah yang memiliki keamanan level empat, karena virus ini sangat berbahaya.

Penyakit Ebola ini disebabkan oleh virus dan bukan dari bakteri, maka vaksinnya akan sangat sulit untuk ditemukan. Hal ini karena vaksin yang untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri itu akan lebih mudah dikembangkan oleh peneliti daripada vaksin untuk penyakit yang disebabkan oleh virus hal ini yang menyulitkannya.

Virus Ebola itu juga merupakan jenis virus yang sangat cepat dalam berevolusi. Oleh karena itu, vaksin yang dikembangkan hingga sekarang ini belum tentu juga dapat mengatasi infeksi pada virus Ebola di masa yang akan datang. Ya karena virus tersebut berkembang seiring berjalannya waktu.

Virus Ebola ini bisa dikatakan dengan virus yang serupa dengan virus HIV, virus yang menyerang sel imun yang ada di tubuh yang menyebabkan sistem imun tidak dapat dikendalikan dan juga tidak dapat memproduksi molekul yang memicu peradangan. Peradangan tersebut akan memecahkan pembuluh darah yang kecil.

Kerusakan pada pembuluh darah akhirnya akan menurunkan tekanan darah dan menyebabkan terjadinya gagalnya organ-organ yang ada di tubuh.

Apa yang terjadi jika seseorang terinfeksi virus Ebola?

Virus ebola itu belum ada vaksinnya dan juga belum ada pengobatan untuk orang yang terinfeksi oleh virus Ebola ini dan itu hal yang tidak ada yang dapat menangani infeksi virus Ebola dan juga mungkin saja dokter atau yang lainnya tidak mau menangani karena hal ini akan sangat beresiko terjadinya penyebaran virus atau hal lain sebagainya dan juga tidak menutup kemungkinan jika tidak ditangani akan terjadi penyebaran secara luas juga. Pada saat ini obat yang digunakan oleh orang yang terkena virus ebola ini hanya untuk mengatasi infeksi virus Ebola hanya dapat mencegah virus Ebola hanya menggandakan dirinya dalam tubuh penderita.

Penanganan yang lainnya juga yang diberikan adalah pemberian sebuah terapi oksigen hal ini untuk mempertahankan tingkat oksigen yang ada dalam tubuh dan juga akan memberikan cairan dan elektrolit melalui infus.  

Penderita virus tersebut juga akan diberikan banyak jenis obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah yang ada pada si penderita, untuk mengurangi diare dan muntah juga, untuk mengatasi demam yang terjadi dan menghilangkan rasa sakit, serta untuk mengobati infeksi yang terjadi di lainnya yang mungkin saja dapat muncul di tubuh penderita.

Tidak jarang juga seorang penderita akan dapat sembuh dan akan mengembangkan antibodi terhadap virus Ebola ini, hal ini yang dapat bertahan hingga 10 tahun lamanya atau bahkan bisa lebih dari 10 tahun. Namun, hal ini masih belum diketahui apakah antibodi tersebut akan dapat bertahan seumur hidup para penderita dan akan berlaku untuk semua jenis virus ebola atau tidak.

Ada beberapa penderita yang sudah berhasil sembuh dari virus Ebola ini dan mendapatkan efek samping dari infeksi virus Ebola tersebut, efek samping dari virus ebola ini yaitu seperti masalah pada sendi dan juga pada penglihatan orang tersebut.

Kenali gejala dari infeksi virus Ebola ini!

Gejala yang terjadi akibat infeksi virus Ebola ini dapat mulai terlihat dua hingga sampai 21 hari setelah penderita ini mulai terinfeksi dengan virus Ebola ini. Yang pada umumnya, ada sebuah tanda-tanda dari orang yang terinfeksi virus Ebola yaitu mulai terlihat sekitar delapan hingga 10 hari setelah penderita mulai terpapar oleh virus Ebola.

Pada awalnya gejala dari infeksi virus Ebola ini akan sekilas terlihat sangat serupa dengan virus malaria atau flu. Namun, setelahnya akan ada gejala dari infeksi virus Ebola yang akan terlihat jauh lebih jelas dan hal ini meliputi seperti gejala berikut ini:

  • Akan merasakan sakit kepala yang sangat parah
  • Akan merasakan kelelahan dan rasa lemas yang dialaminya
  • Setelah itu akan mengalami demam
  • Akan merasakan sakit perut
  • Terjadi nyeri otot
  • Hal yang paling parah yaitu akan mengalami pendarahan atau memar yang tidak dapat dijelaskan
  • Penderita juga akan muntah-muntah
  • Lalu akan mengalami diare

Apabila kalian atau kerabat kalian ada yang mengalami gejala yang ada di atas setelah selesai kalian berkunjung ke Afrika atau daerah yang lain yang sudah terpapar virus Ebola, harus segera untuk berkonsultasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.

Virus Corona ini Menjadi Virus yang Mematikan di Dunia Sekarang ini

Virus corona ini dari tahun 2019 di wuhan, Tiongkok. Yang kini sudah meraja relakan dunia, karena virus ini dunia sekarang dalam keadaan status bahaya, apalagi di Indonesia yang setiap hari nya korban positif nya itu semakin memuncak bahkan virus ini itu sudah menjadi nomor satu dengan korban terinfeksi terbanyak di seluruh dunia, Indonesia ini memang tidak ada tandingannya, sangat luar biasa. Berikut ini beberapa penjelasan pada virus yang sedang booming di seluruh dunia.

Pengertian dari Virus Covid-19

Coronavirus atau virus corona ini merupakan keluarga besar dari virus yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas ringan hingga yang sedang, virus ini itu seperti penyakit flu. Sudah banyak orang yang terinfeksi virus ini, setidaknya ada satu kali dalam hidupnya. Atau bahkan ada yang sudah terkena akan terkena kembali, hal ini masih belum diketahui kenapanya.

Namun, ada beberapa jenis virus corona yang juga bisa menimbulkan sebuah penyakit yang lebih serius lagi, misalnya:

  1. MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome).
  2. SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome).
  3. Pneumonia.

SARS yang pertama kali muncul pada bulan November tahun 2002 di Tiongkok, dan mulai menyebar ke beberapa negara yang lain. Mulai dari negara Hongkong, negara Vietnam, negara Singapura, negara Indonesia, negara Malaysia, negara Inggris, negara Italia, negara Swedia, negara Swiss, negara Rusia, hingga pada negara Amerika Serikat. Epidemi SARS ini berakhir hingga pada pertengahan 2003 sekitar 1 tahun dan itu menjangkiti sebanyak 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya ada 774 orang mesti kehilangan nyawanya akibat penyakit yang infeksi pada saluran pernapasan berat tersebut. 

Hingga saat ini sudah terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang sudah diidentifikasi, yaitu:

  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  • HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  • SARS-COV (hal ini yang menyebabkan sindrom pada pernapasan yang akut).
  • MERS-COV (sindrom pada pernapasan Timur Tengah).
  • COVID-19 atau juga dikenal juga dengan nama Novel Coronavirus (hal ini yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun Desember 2019, dan mulai menyebar ke negara-negara lainnya mulai dari bulan Januari 2020. Indonesia sendiri pun mulai mengumumkan adanya kasus covid 19 dari bulan Maret 2020

Faktor Resiko Infeksi Covid-19

Siapa pun bisa terinfeksi virus corona. Akan tetapi, yang akan cepat terinfeksi adalah bayi dan anak kecil, serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah yang lebih rentan terhadap serangan virus covid-19 ini. Selain itu juga, pada kondisi musim juga akan mungkin sangat berpengaruh. Contohnya, di Korea Selatan, infeksi virus corona lebih umum terjadi ketika pada musim gugur dan musim dingin saja yang memuncak. 

Di samping itu, ada seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau berkunjung ke negara yang rawan terhadap virus corona, juga akan sangat berisiko terserang virus ini. Misalnya, saat kalian berkunjung ke Tiongkok, khususnya pada kota Wuhan, yang menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019 tahun lalu.

Penyebab Infeksi Covid-19

Infeksi corvid-19 ini disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan dari virus corona ini mulai menyebar seperti virus lain yang pada umumnya, seperti pada: 

  1. Percikan air liur orang yang terinfeksi covid-19 (batuk dan bersin salah satu contohnya).
  2. Menyentuh tangan atau wajah seseorang yang terinfeksi virus covid-19.
  3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah kalian memegang barang yang terkena percikan air liur yang pengidap virus corona. 
  4. Tinja atau feses (hal ini jarang terjadi)

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasinya itu belum diketahui secara pastinya. Namun, rata-rata gejala yang akan ditimbulkan nya setelah 2-14 hari setelah virus pertama ini mulai masuk ke dalam tubuh yang terinfeksi. Di samping itu juga, metode pada transmisi COVID-19 juga belum diketahui secara dengan pasti. Awalnya, pada virus corona ini memiliki jenis COVID-19 yang diduga bersumber dari hewan yang ada. Namun ternyata Virus corona COVID-19 ini merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk itu pada hewan unta, kucing, dan juga kelelawar. 

Sebenarnya itu virus ini dapat dikatakan jarang sekali berevolusi dan juga menginfeksi manusia dan menyebar mulai menyebar ke individu lainnya. Namun, pada kasus yang ada di Tiongkok kini sudah menjadi bukti yang nyata kalau virus ini itu bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, saat ini penularannya itu bisa dari manusia ke manusia.

Gejala Infeksi Covid-19

Virus corona ini bisa menimbulkan berbagai macam gejala, dan gejalanya itu beragam pada gejala seorang pengidapnya. Gejala yang akan muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang orang nya, dan tahukah kalian seberapa seriusnya infeksi yang akan terjadi. Berikut ini ada beberapa gejala virus covid-19 yang terbilang ringan:

  • Hidung kalian akan beringus.
  • Kalian akan mengalami Sakit kepala.
  • Serta kalian akan Batuk.
  • Kalian juga akan merasakan Sakit tenggorokan.
  • Dan mulai terjadi Demam.
  • Kalian akan Merasa tidak enak badan.

Hal yang perlu kalian ditegaskan, ada beberapa virus corona dapat menyebabkan sebuah gejala yang parah lagi. Infeksinya itu dapat berubah menjadi seperti bronkitis dan pneumonia (hal ini disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan beberapa gejala seperti:

  • Kalian akan demam yang cukup tinggi bila pasien ini mengidap pneumonia.
  • Kalian juga akan batuk dengan lendir yang keluar dari mulut kalian.
  • Kalian akan merasakan sesak nafas.
  • Nyeri pada dada atau sesak saat kalian bernapas dan juga batuk.

Infeksi ini bisa semakin parah bila mulai menyerang kelompok individu yang tertentu. Contohnya itu, orang yang ada riwayat penyakit jantung atau memiliki penyakit paru-paru, orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan juga lansia.

Diagnosis Infeksi Coronavirus  

Untuk mendiagnosis infeksi pada virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau bisa disebut dengan wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan kalian seputar gejala atau keluhan yang dialami oleh pasien. Selain itu juga, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada fisik kalian, dan melakukan pemeriksaan darah untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

Dokter juga mungkin akan melakukan sebuah tes dahak, dokter akan mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pada pernafasan lainnya. Pada kasus ini yang diduga sebagai infeksi novel coronavirus, dokter akan langsung melakukan swab pada tenggorokan, DPL, mengecek fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

 Komplikasi Infeksi Coronavirus  

Virus covid-19 ini yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan sebuah komplikasi pada pneumonia, dan memiliki masalah pada pernapasan parah lainnya bila tidak ditangani dengan cepat dan juga dengan tepat. Selain itu juga, SARS juga bisa menyebabkan terjadinya kegagalan pada pernafasan, gagal jantung, hati, dan mengakibatkan kematian.

Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus ini juga bisa menimbulkan sebuah komplikasi yang sangat serius. Jika kalian terinfeksi virus ini bisa saja menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan yang akut, bisa juga gagal ginjal, dan bahkan menyebabkan kematian.

Lain Virus, TBC adalah Penyakit Mematikan di Dunia !

TBC menjadi singkatan penyakit dari Tuberkulosis yang mana, ini termasuk ke dalam jenis penyakit menular yang bisa menyebabkan masalah dari kesehatan terbesar kedua yang ada di dunia setelah hadirnya penyakit menular lainnya yakni HIV. penyakit ini sendiri sudah disebabkan oleh Basil yakni dari Bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Nah penyakit ini juga bisa menyerang bagian tubuh manapun itu, namun yang sering dan juga paling umum adalah Infeksi Tuberkulosis pada paru-paru manusia. 

Penyebaran penyakit ini juga bisa terjadi dengan melalui orang yang sudah mengidap Penyakit TBC. kemudian adanya gejala seperti Batuk atau Bersin menyemburkan air liur yang mana sudah terkontaminasi dan juga dihirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah terhadap penyakit TBC. walau demikian, biasanya juga menyerang paru-paru, penyakit nya akan memberikan dampak juga ke tubuh lainnya seperti halnya Sistem Saraf Pusat – Jantung – pada bagian Kelenjar Getah bening dan juga beberapa hal lainnya. 

Indonesia sendiri sudah masuk dalam jangka waktu 5 besar negara dengan Jumlah Pengidap TBC Terbanyak se Asia Tenggara dengan adanya Jumlah dari pengidap TBC ini mencapai angka 305.000 jiwa di tahun 2012 silam. Jia Tuberkulosis Laten ini tidak segera mendapatkan uang dari situs s128 dan pengobatan, maka bisa lebih dari 50% orang yang tengah mengidap penyakit ini bisa meninggal seketika. Walau begitu adanya, hanya terdapat satu banding 10 kasus yang berkembang menjadi penyakit aktif. 

Dan mengenai Kasus TBC Laten, bahkan bakteri yang menyebabkan penyakit TBC ini belum aktif secara Klinis dan hanya berada di dalam tubuh. Jika nantinya sudah aktif, maka akan terjadi gejala pada periode tertentu dan hanya dalam hitungan Minggu maupun tahunan. Durasi ini juga bisa tergantung dari Kondisi Kesehatan dan juga daya tahan dari pengidapnya. 

Penyebab Hadirnya Penyakit Tuberkulosis ( TBC ) 

Penyebab dari TBC ini adalah hadirnya dari Bakteri yang sudah menyebar langsung melalui udara dan semburan air liur dari batuk atau bersin bagi si Pengidap TBC ini. Nama dari bakterinya adalah Mycobacterium Tuberculosis. Nah berikut ini ada beberapa kelompok orang yang mana memiliki resiko lebih tinggi tertular TBC itu sendiri. Seperti : 

  • Orang-orang yang mana sistem dari kekebalan tubuhnya sendiri menurun. Contohnya sendiri : pengidap diabetes, dan orang ini mampu dalam menjalani rangakaian kemoterapi atau terhadap HIV / AIDS. 
  • Orang yang nantinya mengalami Malnutrisi atau orang yang kekurangan Gizi. 
  • Para Pecandu Narkoba umumnya akan terkena penyakit ini. 
  • Para perokok juga umumnya akan terkena penyakit ini. 
  • Lalu para petugas medis yang sering kali berhubungan dengan adanya pengidap TBC. 

Gejala-Gejala dari Penyakit Tuberkulosis ( TBC ) 

Tuberkulosis ini umumnya akan menyerang di bagian paru-paru dengan mengalami gejala utama batuk berdahak dan juga bisa berlangsung lebih dari 2 Minggu lamanya. Batuk yang terjadi juga terkadang mengeluarkan dahak yang berwarna Seperti karat atau batuk darah. Dan para pengidap TBC juga biasanya akan kehilangan nafsu makan dan nantinya akan mengalami penurunan berat badan yang disertai dengan demam, keringat malam hari dan juga kelelahan. Jika nantinya Infeksi Tuberkulosis pada paru sudah menyebabkan kerusakan pada paru yang akan timbul Gejala sesak napas. 

Bakteri dari TBC ini bisa saja yang bersifat tidak aktif saat masuk ke dalam tubuh namun, seiring dari berjalannya waktu maka akhirnya bisa menyebabkan kemunculan gejala-gejala yang ada pada TBC. dan untuk kasus ini sendiri, kondisi tersebut sudah dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sedangkan untuk TBC lainnya bisa langsung memicu gejala dikenal dengan Istilah Tuberkulosis aktif. 

Gejala-Gejala yang ada sebagai berikut : 

  1. Batuk secara terus menerus
  2. Mengalami Batuk berdarah
  3. Terdapat Penurunan berat badan
  4. Mengalami Demam dan juga Lemah pada bagian Tubuh
  5. Rasa sakit tepat di bagian organ dalam yakni paru-paru
  6. Infeksi yang tidak kunjung sembuh-sembuh
  7. Bisa menggigil pada waktu di malam hari
  8. Merasa kelelahan 
  9. Terdapat Urine yang warnanya sendiri kemerahan

Macam-Macam Penyakit TBC dan Pengobatannya 

Berikut ini bisa dilihat beberapa macam-macam penyakit TBC yang ada dalam dunia medis. Misalnya saja seperti : 

1. TBC Laten : yang mana untuk kondisi ini maka kalian bisa terkena sebuah infeksi TBC, dengan bakteri yang ada di dalam Tubuh dalam keadaan yang sedang tidak aktif serta tidak dapat menimbulkan adanya gejala di dalamnya. TBC ini juga disebut sebagai TBC yang tidak aktif atau TBC Infeksi yang nantinya bisa menular. Namun bisa saja berubah menjadi sangat aktif sehingga dari pengobatan ini penting sekali bagi TB Laten hanya untuk mengendalikan penyebarannya. 

2. TBC Aktif : dimana untuk kondisi yang satu ini kalian benar-benar akan sakit dan juga bisa saja menularkan ke orang lain. Dan ini semua bisa terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah terinfeksi langsung pada Bakteri TBC atau dalam beberapa tahun kemudian. 

Untuk Pengobatan TBC 

Maka dasar dari pengobatan Tuberkulosis, maka mengobati TBC sendiri dapat memakan waktu jauh lebih lama dibanding mengobati infeksi bakteri dari jenis yang lain. Disini posisi kalian harus minum antibiotik yang setidaknya selama 6 sampai dengan 9 bulan. Jika kalian sudah mengalami TB Laten, maka kalian mungkin saja minum satu jenis OBAT TBC. dan untuk TBC Aktif, terutama sekali jika itu menjadi Virus yang tahan akan obat, maka memerlukan adanya beberapa obat sekaligus dan obat-obatan yang paling umum digunakan untuk bisa mengobati adanya Tuberkulosis ini seperti : 

# Dengan Isoniazid

# Dengan Rifampisin yakni gabungan dari Rifadin dan Rimactane

# Degan Etambutol atau Menyambutol

# Dengan Pirazinamid

Dengan menyelesaikan proses dari pengobatan sangat amat penting. Maka disini kalian jangan sampai tergoda untuk sesegera mungkin berhenti minum obat TBC. Namun yang paling terpenting bisa menyelesaikan terapi ini sesuai dengan anjuran dokter ya semuanya. 

Pencegahan Agar Tidak Terkena Tuberkulosis 

Langkah yang paling utama dan bisa dilakukan hanya untuk mencegah TBC dengan cara menerima Vaksin BCG atau Bacillus Calmette Guerin. Dan di Indonesia sendiri, Vaksin ini masih termasuk dalam sebuah daftar Imunisasi wajib dan juga sudah diberikan sebelum bayi sudah berusia selama kurun waktu 3 bulan. Vaksin BCG ini juga sudah dianjurkan langsung bagi anak-anak, remaja, atau juga orang dewasa yang mana belum pernah bisa untuk menerimanya pada waktu bayi. Namun perlu sekali diingat, bahwa efektivitas vaksin ini akan mampu berkurang pada orang dewasa. 
Lalu kapan kita seharusnya datang ke Dokter ? …. Kalian bisa sesegera mungkin untuk mengalami gejala-gejala yang sudah dipaparkan sebelumnya. Nah penangan yang tepat dan juga cepat bisa diminimalisir pada Komplikasi yang mungkin saja bisa terjadi. Sebab itu, maka kalian harus bisa dalam beberapa waktu memeriksa kesehatan kalian ke dokter yang ada.

Virus Newcastle Dianggap sangat Merugikan para Peternak !

Newcastle Disease menjadi sebuah Virus atau Penyakit yang dikatakan mampu merugikan sektor peternakan, terutama sekali peternakan Unggas. Bisa dikatakan ini menjadi Penyakit atau Virus yang sangat menular serta masuk ke dalam tahapan yang parah yang pernah ditemukan didunia dalam menyerang dunia Hewan. Sering sekali yang terkena adalah hewan-hewan seperti Burung dan Unggas lainnya. Semuanya memang telah disebabkan oleh kedatangan keluarga Virus yang bernama Paramyxovirus. 

Penyakit atau Virus ini muncul dengan 5 variasi yang berbeda-beda. Umumnya Virus ini datang sebagai penyakit daerah Pernapasan – Depresi bagi Hewan – Manifestasi di bagian Saraf atau mengenai Diare yang mungkin saja bentukan paling klinis serta jauh lebih dominan adanya. Newcastle Disease sendiri bentuknya sangat amat Patogen dan ini menjadi sebuah penyakit yang sudah terdaftar dalam Kode Kesehatan Hewan Terestrial Organisasi Dunia bagi dunia Kesehatan Hewan yakni OIE dan juga harus dilaporkan ke OIE itu sendiri. 

Disini kami akan memberitahu ke kalian mengenai sebuah Informasi dari berbagai macam variasi Virus Newcastle Disease, Penularan atau Penyebaran dari Virus ini, Resiko Kesehatan bagi manusia dan mengenali tanda-tanda klinis dari Virusnya tersebut, dan beberapa hal lainnya lagi. 

Berbagai Macam Variasi dari Virus Newcastle Disease

Dari sumber OIE yang dikutip langsung oleh ceva.co.id bahwasanya Newcastle Disease ini dibedakan langsung pada 5 Kategori yang berbeda. Seperti : 

1. Kategori Velogenic Viscerotropic : bentuk dari virus ini sangat patogen dengan adanya bentukan dari Lesi Perdarahan di bagian usus. Dari kategorinya, bisa menyebabkan penyakit muncul dengan secara tiba-tiba pada tingkat kematian yang sangat tinggi tanpa sedikitpun menunjukkan gejala yang ada. Untuk kasus ini sendiri, gejala yang dimiliki dimulai langsung pada : Kelesuan, Sesak Napas yang Meningkat, dan sudah pasti akan diakhiri oleh Kematian. 

2. Kategori Velogenic Neurotropik : untuk jenis yang satu ini sudah ditandai langsung dengan adanya kematian Tinggi dan biasanya disertai oleh gejala pernapasan dan juga syaraf seperti halnya Tortikolis atau pada Gerakan Abnormal di bagian kepala dan kaki yang akan muncul dalam beberapa hari setelah terjadinya Infeksi. 

3. Kategori Mesogenic : dalam kategori ini umumnya akan menunjukan sebuah gejala yang terbatas pada sebuah gangguan pernapasan dan sesekali terdapat pada gangguan saraf. Namun untuk tingkat kematiannya masih terbilang rendah. 

4. Kategori Lentogenic : umumnya tidak akan menimbulkan penyakit pada hewan seperti Ayam Dewasa akan tetapi, dapat menyebabkan infeksi pernapasan ringan atau Subklinis pada ayam yang masih terbilang muda. 

5. Kategori Asymptomatic : dimana ini menyangkut infeksi di bagian Usus yang Subklinis. Dan dari ini semua, tingkat keparahan penyakit akan dipengaruhi oleh Strain Virus yang akhirnya menginfeksi dan kondisi ayam saat terinfeksi akan terlihat nantinya.

Cara Penularan atau Penyebaran Virus Newcastle Disease 

Virus yang satu ini memang langsung ditularkan melalui sebuah kontak langsung dengan Unggas yang sedang sakit atau Unggas yang memang sudah membawa penyakit. Seperti halnya hewan Burung yang sudah terinfeksi, akan menyebarkan virus melalui kotorannya dan mampu mencemari lingkungan disekitar manusia atau makhluk hidup lainnya. Penularan ini kemudian bisa juga terjadi dengan Kontak Langsung melalui Kotoran Pernapasan atau oleh Makanan dan Air, lalu peralatan dan juga Pakaian Manusia yang sudah terkontaminasi. Virus dari penyakit ini tetap bisa bertahan hidup dalam kurun waktu beberapa Minggu saja di sekitar Lingkungan terutama sekali, pada saat cuaca mendukung sejuk. 

Umumnya untuk Virus ini akan dilepaskan selama masa Inkubasi dan untuk waktu yang sudah singkat selama pemulihan berlangsung. Burung yang masih masuk keluarga merpati ini bisa menularkan virusnya sesekali dalam kurun waktu setahun atau bahkan bisa lebih. Untuk burung liar yang masuk ke dalam kategori Burung Kormoran sudah terbukti adanya menyebabkan wabah pada unggas peliharaan para peternak. 

Tempat virus ini sendiri ada di bagian bangkai burung yang sudah terinfeksi. Penyakitnya sendiri sangat menular, dan pada saat virus ini masuk ke dalam kawanan yang rentan maka hampir semua unggas , bisa saja tertular dalam kurun waktu 2 sampai 6 hari. 

Resiko pada Kesehatan Manusia dan Tanda-Tanda Klinis Virusnya 

Newcastle atau Penyakit Tetelo sendiri menjadi Zoonosis Minor atau Penyakit hewan yang mana bisa menginfeksi tubuh manusia dan juga mampu menyebabkan Konjungtivitas Pada tubuh manusia. Akan tetapi, kondisi ini masih umum terbilang ringan dan juga bisa sembuh dengan sendirinya. 

Tanda-Tanda Klinis dari datangnya virus ini sudah pasti bervariasi dan bergantung pada Faktor-Faktor seperti : jenis dari Virus, Spesies Burung yang sudah terinfeksi, Umur pada Inang, Infeksi yang terjadi bersamaan dengan Organisme lainnya, tekanan terhadap lingkungan hingga adanya kekebalan dari si hewan itu sendiri. 

Beberapa Strain Virus yang menyerang adanya Sistem Saraf -> ke Sistem Pernapasan -> ke Sistem Pencernaan. Tandanya meliputi : 

  1. Untuk pernapasan : mudah merasa engap atau Terengah-engah, mengalami batuk dibarengi oleh Bersin dan Rales. 
  2. Untuk saraf : mengalami Tremor, Sayap dengan Kaki akan terasa lumpuh, leher mulai Bengkok, sering berputar-putar, mengalami kejang dan terakhir kelumpuhan total. 
  3. Untuk pencernaan : akan mengalami diare berlebihan 
  4. Mengalami yang namanya penurunan Produksi Telur sebagian atau bahkan bisa secara menyeluruh. Telur ini mungkin saja Abnormal dalam bentuk, warna, atau permukaan yang ada dan juga memiliki albumin encer nantinya.
  5. Mortalitas bervariasi dan bisa saja mencapai di angka 100 % 

Diagnostik

Virus ini bisa saja memberikan sebuah gambaran Klinis yang dikatakan mirip dengan Flu Burung, sehingga untuk pengujian Laboratorium sangat penting di dalam memastikan Diagnosis yang ada. Metode yang dijalankan juga dengan Isolasi Virus dan Karakterisasi selanjutnya. OIE juga sudah memulai cara manual dalam Tes Diagnostik serta Vaksin bagi Hewan Terestrial. Semuanya berisikan pada panduan prosedur Laboratorium untuk bisa mengisolasi Virus. Mengenai beberapa metode juga sudah dijelaskan dengan Pengujian Molekuler sampai pada in Vivo juga sudah terlaksana demi menentukan apakah Virus ini sangat Patogen dan sebab inilah langsung dilaporkan ke OIE. 

Pencegahan dan Pengendalian yang bisa Dijalankan 

Vaksinasi Profilaksis sudah dilakukan, namun beberapa negara yang sudah memproduksi Unggas dalam skala Komersial tidak melakukannya. Agar nantinya sebuah negara bebas atas hadirnya Virus Newcastle Disease ini, diperlukannya Surveilans dengan cara mengikuti pedoman OIE yakni Animal Health. Produsen Unggas juga harus menerapkan sebuah Prosedur Biosekuriti yang sangat efektif dalam mencegah masuknya penyakit seperti sebelumnya sudah dijelaskan oleh OIE di dalam situsnya. 

Kebijakan pencegahan atau cara yang diterapkan dalam memberantas Virus ini dengan cara : 

# Melakukan Isolasi secara Ketat atau Karantina atas wabah yang ada.

# Pemusnahan secara Manusiawi dari semua Burung atau Unggas yang sudah pernah terpapar.

# Melakukan Pembersihan dan juga Diinfeksi tempat dengan Menyeluruh.

# Pembuangan langsung pada karkas yang benar dari arahan OIE.

# Melakukan pengendalian terhadap hama yang ada di ternak.

# Pengadaan Depopulasi dengan diikuti oleh 21 hari tanpa Unggas sebelum Restocking. 

# Melakukan penghindaran terhadap Kontak dengan Burung yang Status kesehatannya sendiri tidak diketahui. 

# Melakukan Kontrol Akses ke pada peternakan Unggas yang ada. 

Keep Healthy Everyone…

Fakta Tentang HIV yang Perlu Anda Tahu

Menurut sebuah laporan dari WHO yaitu pada tahun 2014, ternyata terdapat sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan penyakit HIV tersebut. Penyakit ini hingga kini dianggap sebagai sebuah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa informasi lebih lanjut terhadap kondisi dari penyakit HIV ini.

Human immunodeficiency virus atau (HIV) menyerang kekebalan dari sistem imun Anda. Virus tersebut membuat Anda akan lebih rentan terhadap infeksi dan juga beberapa jenis kanker tertentu. HIV juga dapat ditangani dan juga menjadi sebuah hal yang dapat dikendalikan dengan obat-obatan antivirus, namun hingga kini penyakit yang disebabkan oleh virus ini masih belum ditemukan penyembuhannya. Namun, anda tidak akan terkena HIV jika anda bergaul dengan penderita HIV/AIDS.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sebuah penyakit disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang dapat sepenuhnya membuat tubuh tidak dapat melawan penyakit dengan cepat, dengan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Virus HIV ini biasanya ditularkan melalui cairan air mani, cairan vagina ataupun darah, dan melakukan hubungan seks bebas dengan pasien yang mengidap penyakit ini. AIDS juga virus yang bisa menyebar dengan cara berbagi alat cukur, jarum, dan juga benda lain yang telah terinfeksi.

Fakta Tentang HIV yang Perlu Anda Tahu

Meskipun AIDS dapat setiap aspek yang ada dari kesejahteraan manusia, yang dapat membuat melemahkan sistem kekebalan tubuh, ada beberapa gejala umum AIDS yang unik untuk diketahui. Penyebabnya adalah sakit perut, sakit tenggorokan, flu, kehilangan nafsu makan, bisul, pembengkakan yang terjadi di daerah genital, diare konstan. Walaupun jarang terjadi, virus ini juga dapat ditularkan melalui:

Darah yang terinfeksi dari luka pada mulut dan juga luka gusi berdarah, seperti melalui berciuman yang “dalam”. Dengan cara menggigit hingga menembus kulit dan juga makan makanan yang sebelumnya telah dikunyah oleh orang yang ternyata positif HIV.
Darah dan juga faktor pembekuan transfusi, serta transplantasi organ dan juga jaringan. Ibu yang terinfeksi dengan HIV dapat menularkan virus ke bayi sebelum ataupun saat persalinan dan dengan cara menyusui. Banyak orang yang takut bahwa kontak fisik atau mencium seseorang yang sedang mengidap HIV dapat membuat mereka jadinya tertular. Padahal, virus HIV yang tidak bisa hidup di kulit dan tidak dapat bertahan lama didalam kondisi luar tubuh.

Kontak kasual, seperti halnya berpegangan tangan, berpelukan, duduk di sebelah orang yang ternyata positif HIV, tidak menyebabkan penularan HIV dapat terjadi. Penting untuk melakukan sebuah hubungan seks yang aman untuk melindungi diri anda dari HIV. Sebagai contoh anda dapat menggunakan kondom saat anda akan berhubungan seks vaginal, anal dan juga oral untuk mengurangi risiko. Ada berbagai macam untuk melindungi diri Anda nantinya dari virus, karena seks bukanlah satu-satunya cara untuk anda dapat terinfeksi HIV. Sebagai pencegahan, dengan menghindari berbagi jarum untuk suntikan, menggunakan jarum yang bersih dan juga lain-lain.

Anda dapat terkena HIV dari seks oral

Seks oral memang tetap dapat menjadi sumber penularan HIV, namun resikonya tergolong rendah. Apabila seseorang yang menerima seks oral dari orang yang memiliki HIV, maka darah air mani atau cairan vaginanya dapat mengandung virus. Apabila seseorang yang melakukan seks orang memiliki HIV, darah dari mulut dapat masuk melalui lapisan uretra (pembukaan yang berada di ujung penis), vagina, serviks, anus atau melalui sebuah luka. Namun ini hanya bisa terjadi jika pemberi seks judi bola online oral memiliki sebuah luka di mulut.

Anda masih bisa punya anak meski positif HIV

Wanita subur yang sudah terinfeksi HIV tetap dapat memiliki anak. Jika ibu dan bayi menggunakan obat antiretroviral, maka wanita positif HIV dapat memiliki bayi yang dapat negatif HIV. Tanpa menggunakan obat, ibu yang nantinya terinfeksi HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi (sebelum atau selama dalam kelahiran) dan dengan cara menyusui. Namun jika ibu dan juga bayi, atau hanya salah satunya, kemudian menggunakan ARV dalam jangka pendek, biasanya nevirapine dan juga AZT, dari angka penularan akan dapat menurun secara signifikan. Perawatan ini tersedia bebas dengan biaya di klinik dan rumah sakit milik pemerintah.

Pengidap HIV masih bisa berumur panjang

Hidup Anda nantinya tidak akan berakhir hanya karena anda positif HIV. Tidak ada penyembuhan atau pun vaksin untuk HIV/AIDS. Namun, sekarang ini sudah tersedia antiretroviral therapy (ART) yang dapat membantu orang yang positif HIV untuk bisa hidup lebih lama dan sehat. Selain itu, telah dikonfirmasi bahwa ART juga dapat mencegah penularan HIV lebih lanjut. Anda juga masih tetap bisa menularkan HIV meski anda sudah minum obat. Obat-obatan antiretroviral ini adalah obat yang akan membantu orang-orang positif HIV, bahkan para pengidap AIDS untuk hidup lebih lama, normal dan juga tetap produktif.

Apabila bekerja dengan baik, obat-obatan ini juga dapat mengurangi jumlah virus yang ada di dalam darah sehingga tidak muncul pada saat tes darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa virus yang masih bisa “bersembunyi” di area lain pada tubuh. Penting untuk tetap melakukan hubungan seksual dengan cara yang aman agar Anda tidak menularkan virus HIV tersebut pada orang lain.

Kebersihan yang buruk dari alat-alat rumah sakit

AIDS juga ternyata menjadi penyakit yang dapat menyebar melalui beberapa instrumen bedah yang sudah terkontaminasi di rumah sakit yang tidak membersihkan peralatan dengan cara yang higienis. Terutama beberapa rumah sakit yang ada di daerah pedesaan, di mana instrumen bedah yang biasanya telah digunakan pada pasien AIDS dan tidak dibersihkan. Jadi, rumah sakit nantinya harus berhati-hati dalam hal kebersihan dan juga keamanan.

Penyakit umum di negara dunia ketiga

Menurut sebuah survei terbaru, lebih dari 36,7 juta orang hidup di dunia ini dengan AIDS. Dan di antara mereka, yaitu lebih dari 1,8 juta adalah anak-anak yang tertular, yang orangtuanya memang menularkan penyakit tersebut kepada mereka. AIDS lebih umum di negara dunia ketiga dan juga beberapa negara berkembang.

HIV di Indonesia

Menurut informasi yang ada dari laman Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia yaitu pada tahun 1987 sampai dengan bulan Maret tahun 2019, kasus HIV/AIDS yang sudah dilaporkan yaitu 461 (89,7 persen) dari 514 kabupaten maupun kota yang ada di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS yang sekarang ini cenderung meluas.

Data terakhir, di ketahui sampai Maret 2019, jumlah kumulatif dari kasus HIV yang telah dilaporkan adalah sebanyak 338.363, yaitu jumlahnya 58,7 persen dari sebuah estimasi ODHA yang ada di tahun 2016 yaitu sebanyak 640.443. Saat ini terdapat lima provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Indonesia. Yaitu DKI Jakarta sebanyak (60.501 kasus) diikuti dengan Jawa Timur (50.060 kasus), Jawa Barat (35.529 kasus), Jawa Tengah (29,048 kasus), Papua (33.485 kasus).

Demikian itulah beberapa fakta yang harus anda ketahui tentang penyakit HIV. Penyakit HIV memang berbahaya, namun penularanya dapat dicegah dengan menghindari beberapa hal yang telah di sebutkan di atas. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan anda mengenai virus HIV.

Fakta Brucellosis, Infeksi Bakteri

Lanzhou adalah sebuah Wabah brucellosis yang belum lama ini tengah menjangkiti lebih dari 3.000 orang yang berada di Lanzhou, Tiongkok. Setelah dilakukan sebuah pemeriksaan, mereka ternyata positif terjangkit brucellosis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kejadian ini pun juga diduga akibat dari kebocoran sebuah perusahaan bio farmasi yaitu Zhongmu Lanzhou, yang terjadi yaitu antara akhir Juli hingga pada akhir Agustus 2019. Pada Selasa, 15 September 2020, Komisi Kesehatan yang berasal dari Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu, memastikan bahwa 3.245 orang ternyata terjangkit penyakit brucellosis.

Fakta Brucellosis, Infeksi Bakteri

Penyakit ini juga sering kali berasal dari kontak dengan beberapa hewan ternak yang membawa bibit dari bakteri brucella. Sebanyak 1.401 orang dikabarkan positif pada awalnya, meskipun terkait virus ini tidak ditemukan adanya korban jiwa. Saat memproduksi vaksin untuk Brucella yang dikhususkan untuk hewan, pabrik Zhongmu Lanzhou menggunakan sebuah desinfektan dan pembersih yang kadaluarsa. Artinya, tidak semua bakteri kemudian dibasmi dalam limbah gas tersebut.

Gas limbah yang kemudian terkontaminasi, sebagaimana seperti yang juga sudah dilansir oleh CNN. Kemudian membentuk aerosol yang mengandung bakteri tersebut. Kemudian gas tersebut bocor ke udara, terbawa angin ke Lanzhou Veterinary Research Institute, tempat dimana wabah brucellosis pertama kali melanda. Maka tidak ayal, orang-orang disana mulai melaporkan tentang infeksi brucella ini pada November 2019, Infeksi bakteri ini pun juga cepat meningkat. Pada akhir Desember 2019, setidaknya dilaporkan ada 181 orang di Lanzhou Veterinary Research Institute telah terinfeksi virus brucellosis.

Fakta-fakta Brucellosis

Terkait virus brucellosis yang belum lama ini mewabah di Tiongkok, Centers for Disease Control and Prevention ternyata punya gambaran mengenai infeksi tersebut. Berikut ini adalah beberapa fakta yang harus anda ketahui tentang virus Brucellosis.

Penyakit menular

Brucellosis adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Seseorang juga bisa tertular penyakit saat bersentuhan dengan beberapa hewan yang sudah terinfeksi atau produk hewan yang juga sudah terkontaminasi bakteri. Hewan yang umumnya palings ering terinfesksi bakteri Brucellosis ini di antaranya domba, sapi, kambing anjing dan babi.

Gejala bertahan dalam jangka waktu lama

Gejala dari terinfeksi Brucellosis mungkin akan muncul dalam waktu yang cukup lama. Namun, gejala awal juga bisa berubah demam, berkeringat, anoreksia, tidak enak badan, sakit kepala dan nyeri otot sendi dan punggung. Beberapa gejala dapat juga bertahan untuk jangka waktu yang cukup lama. Gejala yang dapat terjadi juga, yakni demam berulang, radang sendi, pembengkakan pada beberapa testis dan area skrotum. Kemudian terjadi pembengkakan jantung atau (endokarditis), gejala neurologis mencapai (hingga 5 persen dari semua kasus), kelelahan, depresi, pembengkakan dari hati atau limpa.

Resep antibiotik

Sebelum dilakukan sebuah pengobatan, diagnosis infeksi brucellosis harus juga dilakukan oleh dokter. Tes nantinya akan dilakukan untuk dapat mencari bakteri yang terdapat dalam sampel darah, sumsum tulang atau juga beberapa cairan tubuh lainnya. Selain itu, tes darah dapat dilakukan juga untuk mendeteksi antibodi yang digunakan melawan bakteri. Setelah nantinya diagnosis dibuat, dokter akan dapat meresepkan beberapa antibiotik.

Kematian jarang terjadi

Lama waktu dari pengobatan juga tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Pemulihan juga bisa memakan waktu yaitu beberapa minggu hingga hitungan bulan. Disisi Lain, kematian akibat Brucellosis juga kasusnya jarang terjadi. Walaupun terjadi dengan tidak lebih dari 2 persen dari semua kasus yang ada.

Produk yang tidak dipasteurisasi

Cara terbaik untuk dapat mencegah infeksi brucellosis, yakni anda dapat memastikan tidak mengonsumsi makanan yang salah satunya merupakan produk yang tidak dipasteurisasi. Contoh produk-produk yang tidak dipasteurisasi yaitu bisa berjenis susu, keju, dan juga es krim.

Pasteurisasi adalah sebuah proses saat susu mentah dipanaskan dengan menggunakan suhu tinggi namun dalam waktu singkat. Proses pemanasan ini dapat menghancurkan bakteri yang berbahaya. Jika Anda tidak yakin bahwa produk susu yang anda beli telah dipasteurisasi, maka jangan memakannya.

Pernah Terjadi Sebelumnya

Penyakit Brucellosis sendiri memang sudah cukup umum di China pada tahun 1980-an, meskipun sejak itu, kasusnya menurun dengan munculnya vaksin dan pencegahan serta pengendalian penyakit tersebut dengan baik. Namun, telah terjadi sedikit wabah brucellosis di seluruh dunia yang ada dalam beberapa dekade terakhir. Seperti wabah di Bosnia yang berhasil menginfeksi sekitar 1.000 orang yaitu pada tahun 2008, mendorong untuk dilakukannya pemusnahan domba dan ternak lain yang diketahui terinfeksi.

Di AS, brucellosis yang juga telah merugikan pemerintah federal dan industri peternakan bahkan hingga miliaran dolar. Sekitar 60% bison betina yang ada di Taman Nasional Yellowstone membawa bakteri tersebut, menurut otoritas dari taman nasional. Mereka yang umumnya bekerja di peternakan atau di beberapa rumah pemotongan hewan akan sangat berisiko tinggi terinfeksi.

Dokter hewan dan juga para peternak harus berhati-hati saat menjalankan pekerjaan mereka. Belum lama ini juga ada beberapa postingan yang menjadi viral dan cukup mengkhawatirkan. Narasi yang berisikan bahwa virus Brucellosis ini bukan disebabkan oleh infeksi virus, tidak seperti halnya virus Covid-19.

Oleh karena itu, tidak adil jika membandingkan wabah penyakit dari bakteri ini dengan pandemi yang sekarang ini sedang berlangsung dan menewaskan jutaan orang yang ada di seluruh dunia. Kedua, bakteri tersebut tidak bocor dari laboratorium China, kebocoran yang terjadi di pabrik farmasi.

Selain itu, beberapa postingan tersebut membuatnya tampak seperti sebuah hal yang sengaja membocorkan bakteri penyebab wabah tersebut. Pandemi virus corona, yang juga diketahui berasal dari Wuhan di China, memicu sebuah rasisme dan Sinophobia dengan miliaran orang yang menyalahkan negara tersebut.

Cara mengobat

Lalu bagaimanakan cara mengobati jika terinfeksi brucellosis? Pada sebagian kasus, penyakit ini dapat disembuhkan dengan cara mengonsumsi antibiotik dalam kurun waktu beberapa minggu. Namun proses pengobatan harus ditangani dan juga harus diawasi oleh dokter. Untuk mengantisipasi kembalinya gejala dan terjadinya komplikasi.

Kapan kita harus periksa ke dokter?

Brucellosis yang sering kali sulit untuk diidentifikasi mengingat gejalanya yang juga sama menyerupai penyakit lain. Namun anda harus periksa ke dokter apabila anda merasakan demam tinggi yang juga tak kunjung reda serta sakit persendian dan juga nyeri pada otot. Apalagi jika keluhan tersebut sudah anda rasakan selama beberapa hari. Selain itu anda juga sebaiknya mengingat-ngingat adalah kontak dengan hewan-hewan yang disebutkan di atas. Atau apakah anda baru saja mengkonsumsi susu, keju, dan yogurt yang ternyata belum terpasteurisasi sebelumnya.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang virus Brucellosis yang sempat muncul belum lama ini di China. Virus Brucellosis juga dikhawatirkan dapat menjadi sebuah pandemi yang sama seperti halnya virus corona sekarang ini. Cara untuk menghindari virus ini adalah dengan masak makanan terutama daging hewan ternak, secara matang sempurna agar bakteri yang terkandung di dalamnya dapat mati sempurna.

Mengenal Virus-Virus yang Berbahaya Selain Corona

Virus corona atau COVID-19 kini telah menyebar di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini sudah membunuh ribuan orang dalam kurun waktu yang cukup singkat hanya dalam beberapa bulan. Namun ternyata selain COVID-19, ada masih banyak jenis-jenis virus yang juga berbahaya. Sebelum menjelaskan tentang beberapa virus yang berbahaya tersebut, ada baiknya kita kilas balik mengingat kembali apa itu virus sebenarnya, bagaimana asalnya hal ini bisa muncul, dan bagaimana cara mencegahnya. Sebenarnya kata virus sbobet88 online menurut beberapa orang pakar yang disampaikan ke dalam bukunya seputar mikrobiologi dan sel-sel kecil, berasal dari bahasa latin yang bertuliskan venom dimana kata ini bermakna racun. Venom dinyatakan sebagai bentuk suatu racun karena hampir semua jenis virus mengakibatkan penyakit bagi penderitanya.

Virus dapat menyerang aneka jenis makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia. Virus punya sifat yang unik yaitu saat berada di dalam sel dari sebuah makhluk hidup lain, virus dapat aktif hidup seperti layaknya makhluk hidup biasa, namun apabila ia berada di luar sebuah sel tertentu maka aktivitasnya akan berhenti sama sekali seperti hanya sebuah partikel mati. Virus pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Rusia yang bernama Dmitri Ivanovsky pada tahun 1892, dan disusul oleh Beyerinch seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda pada tahun 1899. Keduanya menemukan virus pada daun tembakau yang kemudian dikenal sebagai penyakit mosaik. Ukuran dari virus sangatlah kecil, dapat mencapai kisaran 0,02 hingga 0.3 mikrometer.

Virus yang berukuran paling kecil adalah virus polio. Panjang tubuhnya hanya 25 mikrometer. Karena ukuran virus sangatlah kecil, maka virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop khusus yang berjenis elektron. Sementara itu virus memiliki bentuk yang berbagai macam. Ada virus yang bentuknya bulat, batang, oval, dan berbentuk seperti huruf T. Virus berbentuk bulat seperti contohnya virus influenza dan virus AIDS, sedangkan yang bentuknya batang seperti virus TMV, virus berbentuk oval contohnya virus rabies, dan yang berbentuk T misalnya jenis virus yang sering menyerang bakteri. Berikut kita simak informasi lebih lanjutnya akan aneka virus berbahaya.

Aksi Cara Virus Menyebar

Untuk dapat berkembang biak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup sebagai media perkembangannya. Oleh karena itu virus menginfeksi aneka macam sel seperti sel bakteri, sel hewan, sel tumbuhan serta sel manusia. Salah satu cara kerja virus disebut lisogenik. Pada infeksi dengan cara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel, namun akan berintegrasi dengan DNA dari sel induk. Dari situlah virus akan bertambah banyak seiring dengan saat sel inang membelah dirinya. 

Virus saat menyerang tumbuhan bakau bisa menular ke hewan melalui serangga yang melakukan kontak dengannya. Kemudian serangga yang sudah terinfeksi virus dari tumbuhan semula akan dimakan oleh hewan dan virus tersebut berpindah ke tubuh hewan tersebut, hingga akhirnya hewan itu dimakan manusia termasuk virusnya ikut berpindah. Virus yang menyerang manusia juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai opsi seperti dari makanan, minuman, udara, darah, luka, dan gigitan termasuk air liur sebagai salah satunya.” Selain virus corona baru (Covid-19) yang dikenal sedang ganas-ganasnya menyerang manusia pada masa kini, ada aneka macam virus berbahaya yang pernah dicatat dalam sejarah menyerang manusia seperti diantaranya Ebola, HIV, dan Rabies. 

Ebola

Seperti yang diketahui dari berbagai informasi bahwa virus ini merusak jaringan dan sel tubuh secara cukup drastis. TIngkat kerusakan yang dapat dihasilkan bahkan dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu yang cukup singkat hingga kurang dari dua minggu. Ebola dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh antar orang yang sehat dengan penderita ebola seperti contohnya melalui darah, feses, urin, ludah dan keringat. 

Rabies

Meskipun vaksin rabies yang diperuntukkan hewan peliharaan sudah diperkenalkan para pakar sejak tahun 1920-an, penyakit ini telah cukup ditekan hingga sangat jarang lagi muncul di kawasan negara maju. Namun penyakit ini tetap menjadi momok di beberapa negara seperti India dan banyak negara Afrika. TIngkat dampak berbahaya yang dapat dihasilkan oleh penyakit ini hingga dapat menghancurkan otak. Apabila seseorang tidak mendapatkan perawatan khusus setelah diketahui terinfeksi virus rabies, maka 100 persen penderitanya bisa mengalami kematian pada bagian tubuhnya.

HIV

Masih sering dipaparkan pada aneka website seputar kesehatan, di era modern ini virus yang paling memberi dampak merusak hingga tingkat terparah menyebabkan kematian bagian tubuh secara perbagian hingga keseluruhan adalah penyakit HIV. Penyakit ini masih menjadi pembunuh terbesar yang terus aktif dan dapat menulari siapa saja yang melakukan interaksi fisik hingga terkena cairan dari orang yang mengidap HIV. Diperkirakan hingga masa kini penyakit HIV yang dikenal dengan nama AIDS telah membunuh sekitar 36 juta orang sejak penyakit ini pertama kali diakui keberadaannya pada awal tahun 1980-an. Hal yang lebih mengerikan lagi, penyakit ini belum ditemukan obat penawarnya.

Cacar

Di masa kini virus cacar mungkin sudah dianggap sangat wajar oleh banyak orang. Ditambah lagi informasi yang terdapat pada tahun 1980, Lembaga Kesehatan Dunia menyatakan bahwa dunia telah bebas dari serangan cacar. Namun sebelum masa itu, manusia berjuang sekuat tenaga untuk dapat melawan penyakit cacar ini hingga ribuan tahun lamanya. Penyakit cacar dapat membunuh sekitar 1 dari 3 orang yang terinfeksi. Walaupun penderita dari penyakit ini banyak yang selamat dan telah sembuh kembali, namun pada korbannya akan memiliki bekas luka yang ditinggalkan secara permanen. Dalam kondisi terparahnya juga penyakit ini tak jarang yang menimbulkan faktor kebutaan bagi penderitanya.

Apakah Virus yang Ada di Tubuh Bisa Dibunuh?

Banyak macam orang mengira bahwa virus bisa dibunuh dengan mengkonsumsi antibiotik, namun menurut sebuah situs mengenai kesehatan ternyata tidak. Hal ini dikarenakan karakteristik virus yang berbeda dengan bakteri. Antibodi efektif dapat digunakan untuk membunuh bakteri. Sedangkan untuk jenis virus hanya bisa ditangani dengan melemahkan virus tersebut agar tidak lagi produktif dan berkembang dalam tubuh inangnya. Virus dapat dibunuh dengan jenis penangkis khusus yang dikenal dengan istilah antivirus atau antiviral. Namun antivirus hanya dirancang untuk menghambat proses infeksi dan perkembangan dari virus tersebut. Sehingga tidak dapat disebut sebagai menghilangkan secara utuh kondisi virus tersebut. Karena virus hanya dapat bertahan hidup dengan cara berkembang biak melalui metode menginfeksi sel inang tempat tinggalnya. 

Upaya mengurangi dampak pengaruh dari virus bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti salah satunya yaitu menghadang virus untuk mencapai bagian inti dari sel inangnya. Sehingga materi yang dilepaskan virus dapat dicegah perkembangannya sebelum meraih bagian inti dari sel inang yang rencananya akan diinfeksi. Di masa kini aneka jenis antivirus telah dikembangkan, melalui cara menargetkan enzim dan protein di bagian sel inang yang terinfeksi, cara ini kemudian digunakan untuk menggabungkan bagian-bagian dari partikel virus yang baru agar dapat dicegah fungsinya agar tidak begitu berdampak pada bagian inang. 

Virus dapat dicegah sebelum menyerang tubuh, dimana hal ini bisa dilakukan dengan bantuan vaksin. Vaksin yang menjadi virus yang telah dilemahkan dapat mengurangi risiko virus yang menginfeksi di waktu yang akan datang. Hal ini mendorong sistem imun tubuh sebagai sel inang yang dihinggapi virus tersebut dapat bertahan dan memproteksi dirinya sendiri saat diserang oleh sosok virus yang sebenarnya. Vaksin membantu sistem imun dalam menciptakan bahan penangkis untuk menghadapi infeksi. Proses ini mendorong sistem imun tubuh untuk dapat menghasilkan antibodi yang efektif untuk dapat menangkal virus tersebut. Demikian gambaran dan informasi seputar beberapa macam virus yang berbahaya. Terus menjaga kesehatan dan terapkan pola hidup yang sehat untuk mencegah diri tertular aneka penyakit akibat dari virus.

3 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Menurut WHO

Ketika membayangkan akan “penyakit paling mematikan”, mungkin banyak orang akan terpikir dengan kategori seperti orang-orang yang kondisi tubuhnya sudah sangat menderita dan tidak lagi dapat hidup secara nyaman. Hal ini diakibatkan karena tipikal orang tersebut memiliki aneka macam gejala yang sangat parah bahkan kondisi nyawanya sudah berada dalam status yang sangat berbahaya karena dapat kapanpun hilang tanpa diduga. Sebaliknya bertolak belakang dari itu, ada banyak juga macam penyakit lainnya yang disebut orang serasa hanya kurang enak badan saja. Sehingga keberadaan dari penyakit ini hampir dirasa tidak terlalu memberi masalah besar.

Hal ini dapat diakibatkan karena penyakit ringan tersebut umumnya tidak akan membunuh banyak macam orang, dan hanya berakhir di kondisi tubuh yang sedikit tidak nyaman saja. Namun ternyata penyakit yang paling merupakan jenis berbahaya dan dapat mematikan adalah jenis penyakit yang perkembangannya berlangsung dengan lambat. Dari skala 56,4 juta kematian yang terjadi pada tahun 2015 lalu, sekitar 68%nya berasal dari kondisi kesehatan yang buruk hingga mencapai status kronis dalam periode jangka waktu yang panjang.

Berbeda dengan penyakit yang penyebaran berlangsung secara cepat dan timbul sebagai akibat dari suatu konsekuensi bencana, penyakit mematikan yang berkembang lambat dapat dipantau dan dikendalikan sehingga jumlahnya dapat lebih dikurangi. Menggunakan perhitungan yang tepat, perawatan, langkah untuk pencegahan dan saran dari pihak penyedia layanan kesehatan, pasien dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko konsekuensi dari kondisi fatal mereka. Berikut lima jenis penyakit paling tinggi yang tercatat sering membunuh banyak jenis orang di seluruh dunia setiap tahunnya, yang dianalisis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Penyakit Arteri Koroner

Penyakit ini menjadi salah satu jenis yang paling mengerikan dan telah membunuh banyak jenis orang. Penyakit ini dikenal dengan nama penyakit jantung iskemik. Pada jenis penyakit ini, kondisi pembuluh darah seseorang menjadi menyempit akibat dari timbulnya tumpukan di jalur pembuluh darah yang berada di dekat jantung. Saat dimana rongga pembuluh darah ini semakin sempit, maka orang tersebut akan memiliki resiko besar untuk terserang penyakit jantung. Gejala yang terjadi seperti rasa nyeri di dada, gagal jantung, serta kondisi aritmia. Anda mungkin memiliki resiko untuk dapat terserang penyakit jantung saat memiliki satu atau lebih kondisi berikut:

– Tekanan darah atau kadar kolesterol yang dalam ukuran tinggi

– Kebiasaan untuk merokok

– Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa

– Memiliki penyakit diabetes atau berat badan yang lebih dari normal

Untungnya berkat peningkatan yang cukup cepat dan progresif dalam peningkatan ilmu pengetahuan, perawatan medis dan pendidikan, angka kematian yang diakibatkan karena penyakit arteri koroner di masa kini telah menurun. Meskipun penyakit ini masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia, namun banyak orang sudah lebih waspada dalam menjaga kondisi tubuhnya agar tidak mengalami penyakit ini hingga membuat hidupnya lebih menderita dan merepotkan pihak keluarga. Penyakit arteri koroner dapat dicegah dan dihindari dengan mempertahankan pola hidup yang baik.

Untuk mengurangi resiko terserang penyakit ini, berikut tips mudah yang dapat diikuti:

– Usahakan untuk berolahraga secara teratur

– Pertahankan berat badan anda di angka yang sehat

– Konsumsi makanan dengan pola diet seimbang yang rendah sodium, banyak konsumsi buah-buahan serta sayuran secara rutin dan seimbang

– Hindari merokok atau berada di kondisi yang banyak asap rokok

– Cukup konsumsi alkohol dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan

2. Stroke

Penyakit stroke menjadi salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya dan sering menjadi penyakit pembunuh manusia. Kondisi ini terjadi saat terdapat penyumbatan di arteri otak atau terjadi kebocoran. Akibatnya otak akan kekurangan oksigen dan banyak sel yang berada di sana dapat mati dalam waktu yang cepat. Pada penderita gejala ini akan merasa mati rasa pada bagian tubuhnya, kesulitan untuk beraktivitas seperti berjalan atau melihat, sehingga banyak dari mereka yang semakin bingung kian harinya. Gejala ini sering disebut dengan istilah mati rasa yang dialami bagian tubuh. Orang yang menderita penyakit ini bisa disembuhkan, namun memerlukan proses penanganan yang cukup intensif. Karena jika tidak dapat membuat status penderitanya mengalami cacat dalam waktu yang panjang. Akibat dari banyak orang yang belum sadar akan gejala dan bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ini, maka banyak dari antara mereka yang terlambat untuk menyadarinya. Oleh karena itu penyakit ini sering menyebabkan kondisi berbahaya bagi penderitanya serta mengakibatkan bentuk kecacatan.

Faktor kondisi yang dapat menyebabkan risiko stroke seperti:

– Riwayat tekanan darah tinggi

– Riwayat stroke dari anggota keluarga

– Kebiasaan merokok, terutama jika dikombinasikan dengan melakukan kontrasepsi oral

– Riwayat diabetes

– Penyakit aneurisma otak atau malformasi pembuluh arteri-vena

– Faktor usia dan jenis kelamin

Beberapa faktor yang menimbulkan risiko stroke masih dapat dikurangi dengan perawatan pencegahan aneka kondisi yang dapat menimbulkan gejala ini, perubahan gaya hidup sehingga menjadi lebih baik. Secara garis besarnya, kebiasaan baik berikut dipercaya dapat menurunkan resiko terserang stroke:

– Mengontrol tekanan darah tinggi dengan tempo yang normal

– Lakukan olahraga secara teratur

– Konsumsi makanan sehat yang rendah sodium

– Hindari merokok maupun asap rokok

– Konsumsi minuman alkohol secukupnya

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Beberapa jenis penyakit yang sering dialami di saluran pernafasan juga tergolong menjadi penyakit mematikan yang berbahaya. Beberapa contohnya seperti penyakit flu, bronkitis, TBC serta pneumonia. Keempat jenis ini merupakan contoh infeksi di bagian paru-paru yang dapat membuat kondisi anda menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Selain itu virus dan bakteri jahat yang masuk ke dalam saluran udara sering menyebabkan aneka gejala utama seperti batuk, sesak napas atau rasa sesak di dada, serta kondisi mengi. Jika hal ini tidak diobati, maka infeksi yang ada di saluran pernapasan bagian bawah dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Untuk mencegah aneka macam infeksi pernapasan, ada baiknya anda untuk lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau menyentuh bagian wajah. Faktor ini menjadi kondisi sensitif yang dapat memicu aneka macam gejala penyakit untuk bisa diderita Jika sekalipun anda tertular infeksi di saluran pernafasan ini, usahakan untuk berdiam di rumah untuk bisa banyak beristirahat dan lebih aktif dalam memulihkan kondisi tubuh anda. Agar bagian tubuh anda dapat mendetoks bagian infeksi yang dialami agar menjadi lebih cepat dibersihkan hingga kondisi anda kembali pulih. Dengan berdiam di rumah, anda juga sudah membantu agar orang lain tidak tertular. Demikian contoh 3 jenis penyakit yang dinyatakan paling berbahaya menurut lembaga kesehatan WHO. Semoga informasinya bermanfaat dan anda terus sehat selalu ya.