Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Hal yang dimana menjadi sebuah hal yang lebih buruk dibandingkan pada saat pandemi adalah sebuah kabar tentang mengenai kemungkinan dengan adanya  sebuah virus baru. Munculnya sebuah isu tentang adanya sebuah pandemi lain yang akan terjadi di masa depan. Dimana diketahui para peneliti China yang belum lama ini memperingatkan tentang jenis flu babi dengan jenis baru yang dimakan virus ini juga menjadi sebuah virus yang akan berpotensi menjadi  sebuah pandemi virus berikutnya. Laporan yang diungkapkan para peneliti China tersebut dimana sudah dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America atau yang dikenal dengan nama PNAS.

Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Di mana di dalam sebuah laporan dari kemenangan bermain di situs joker123 itu, para peneliti China yang juga mereka memaparkan sebuah temuan dari pengawasan yang dimana menjadi salah satu hal yang mereka lakukan terhadap sebuah virus flu babi  yang ada di China yaitu uang dahulu pernah mewabah dari 2011 hingga dengan 2018. Dari sebuah pengawasan mereka, dimana para peneliti yang dimana mereka menemukan sebuah jenis dari flu babi baru yang dimana jenis virus opini juga salah satu virus yang dinamai dengan genotipe 4 (G4) EA (Eurasian avian-like) H1N1. Berikut ini tentang sejumlah catatan fakta penting yang dimana sudah mereka paparkan. 

Berasal dari garis keturunan virus berbeda

Jika dahulu dimana kita pernah mengalami sebuah kondisi dimana adanya virus Flu babi yang merebak. Untuk jenis virus G4 EA H1N1 yang dimana virus ini sendiri adalh sejis virus yang juga merupakan salah satu dari enam genotipe dari virus yang dimana  para peneliti temukan pada sejak 2011 hingga 2018. Menurut catatan peneliti, dimana mereka mengungkapkan bahwa varian virus G4 EA H1N1 ini yang ternyata memiliki garis keturunan dari strain yang memang ditemukan pada virus flu burung yang ada di wilayah Eropa dan juga Asia (Eurasian avian-like virus), strain yang berasal dari virus H1N1 yang dimana pada saat itu menyebabkan sebuah pandemi flu babi yang dahulu sempat terjadi pada tahun 2009 silam, dan virus H1N1 yang berasal dari Amerika Utara yang dimana virus ini sendiri adalah virus yang memiliki gen dari virus flu burung, manusia, dan juga babi. 

Para peneliti yang dimana mereka sendiri menyebut, varian genotipe selain G4 yang dimana varian ini sendiri diketahui telah menghilang peredarannya. Varian G1, ini misalnya, muncul pada sebuah bagian utara dan  juga bagian selatan China. Namun, genotipe itu  sendiri yang dimana juga dilaporkan menghilang sejak  tahun 2014 lalu. Adapun genotipe 2,3, dan juga 6 yang dimana jenis ini hanya muncul sementara pada tahun 2011 hingga dengan tahun 2015. Sementara genotipe virus G5 sendiri yang di ketahui jenis ini muncul bersamaan dengan G4 yang dimana ada di wilayah selatan China yang ada pada tahun 2013, tetapi G5 sendiri yang dimana juga tidak pernah ditemukan lagi untuk sebuah keberadaannya di bumi ini yang ada dimana sejak  tahun 2018. 

Fakta-fakta Flu Babi Untuk Jenis Baru yang Juga Berpotensi Pandemi 

Virus ini sendiri awal mula yang dimana diketahui sebuah virus yang ditemukan di 10 provinsi yang ada di China. Dalam hal mengawasi perkembangannya ini dimana virus flu babi ini sendiri, para peneliti yang juga telah melakukan sebanyak 30.000 tes swab yang di lakukan kepada babi di berbagai rumah jagal yang dimana di ketahui di temukan dan tersebar di 10 provinsi Cina. Jumlah tersebut juga yang dimana menurut data didukung oleh 1.000 swab lain dari hewan babi dengan gejala dan juga gangguan pernapasan yang dimana di ketahui ada di rumah sakit pendidikan dan kedokteran hewan mereka. 

Diketahui juga dimana dari puluhan ribu tes swab tersebut, juga para peneliti yang dimana juga menemukan 179 virus flu babi. Sebagian besar dari virus yang diketahui tersebut berjenis G4, yang dimana diketahui jeni ini juga yang telah mendominasi di babi sejak tahun 2016.  Virus G4 yang dimana dahulu telah diketahui juga menjadi salah satu virus yang menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dimana sudah sejak 2016, dan juga virus ini yang juga diketahui merupakan sebuah jenis dari genotipe dominan yang dimana ada dalam sirkulasi yang ada pada babi dan juba dimana yang sudah terdeteksi di setidaknya sudah ada 10 provinsi yang dikatakan oleh para peneliti. 

Telah menular ke manusia, dan dimana juga dalam jenis ini adalah sebuah virus yang berpotensi jadi pandemi di masa depan. Untuk mencari tahu apakah virus G4 EA H1N1 juga telah menginfeksi manusia, para peneliti yang dimana kemudian mereka melakukan pengawasan serologis yang sudah dimulai sejak 2016 hingga juga 2018. Mereka dimana sudah berhasil mengumpulkan total dari 338 sampel serum yang dimana serum ini dikumpulkan dari para pekerja yang ada di sebuah peternakan babi di 15 peternakan babi yang berbeda. Sebanyak 230 sampel serum yang juga didapat dari rumah tangga biasa juga dikumpulkan oleh para peneliti sebagai kelompok yang digunakan sebagai pembanding populasi. 

Berdasarkan juga dengan sebuah pantauan para peneliti, dimana tercatat sebanyak 10,4 persen atau juga diketahui 35 dari 338 peternak babi yang dimana memang positif G4 EA H1N1. Adapun juga diketahui dari kelompok rumah tangga biasa, yang dimana sudah diketahui ternyata sebanyak 4,4 persen atau juga  10 dari 230 orang yang sudah  positif G4 EA H1N1. 

Dengan demikian, dimana dalam hal ini sendiri sudah dapat disimpulkan bahwa virus G4 EA H1N1 ini adalah jenis virus Flu babi jenis baru yang dimana juga virus ini telah berpindah dari hewan ke manusia. Para ilmuwan yang dimana juga belum menemukan bahwa adanya bukti bahwa virus tersebut juga dapat ditularkan dari manusia kepada manusia lainnya.  

Fakta-fakta Flu Babi Jenis Baru yang Berpotensi Pandemi 2

Adapun juga dimana diketahui dalam sebuah pengujian terhadap beberapa sel manusia, para peneliti yang dimana mereka menyebut virus G4 sendiri yang ternyata dapat bereplikasi secara efektif. Mereka juga akhirnya menemukan bahwa virus G4 yang juga ternyata dapat bereplikasi dan juga dapat menciptakan patogen yang ada  pada ferret, hewan yang ternyata mirip musang yang juga banyak digunakan dalam sebuah studi flu karena memang mereka mengalami gejala yang tentunya akan serupa dengan manusia. 

Dari sejumlah pengujian yang sudah dilakukan oleh para peneliti dan percobaan yang dimana juga sudah mereka lakukan, para peneliti yang dimana mereka semua khawatir atas sebuah potensi dna juga sebuah penularan yang memang dapat terjadi dari virus G4 yang memang menjadi virus yang bisa tersebar antar manusia. 

Sangat mengkhawatirkan jika diketahui bahwa infeksi virus G4 yang dimana pada manusia juga nantinya akan menjadi salah satu hal yang meningkatkan adaptasi atau kondisi yang ada di dalam tubuh  manusia dan juga nantinya akan meningkatkan sebuah risiko pandemi manusia.  

Manusia tidak kebal dengan G4 EA H1N1

Seperti yang memang sudah diketahui, kekebalan manusia yang dimana terhadap suatu virus tentunya bisa muncul setelah mereka memang terpapar oleh virus terkait atau juga bisa melalui sebuah vaksin. Namun dalam kasus G4 EA H1N1, dimana para peneliti memperingatkan bahwa nantinya manusia sendiri tidak akan memiliki sebuah kekebalan terhadap virus  tersebut. Sebab, virus flu babi  ini dimana salah satu dari jenis baru yang dimana jenis virus ini sendiri mengalami sebuah penyimpangan antigenik yang dimana hal ini sendiri dapat mengurangi perlindungan imunitas terhadap manusia akan virus itu. Perubahan antigenik yang dimana juga akan diakibatkan dari virus G4,  yang di mana hal ini juga diungkapkan peneliti, nantinya akan disebabkan karena mereka yang nantinya juga telah membentuk sebuah kelompok dari sebuah evolusi yang sangat independen. 

Itulah beberapa fakta menarik dan mengejutkan tentang kemunculan virus flu babi baru. Dimana yang di takutkan di masa depan adalah jika virus ini sendiri adalah salah satu virus yang memang akan menjadi sebuah masalah baru yang akan datang, semoga tentunya hal ini tidak akan terjadi.

Fakta dan Mitos Virus Corona, dari Mutasi

Penyebaran sebuah wabah virus Corona masih menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan di sejumlah negara. Berdasarkan dengan dari data situs jumlah kasus dari virus Corona secara global tercatat sebanyak  546.743 pasien sembuh dan juga tercatat 145.359 meninggal dunia. Menjamurnya juga wabah ini diikuti dengan berbagai macam informasi sbobet88 yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Fakta dan Mitos Virus Corona

Beredarnya juga banyak informasi tersebut tentunya membuat sebagian warga resah masyarakat yang menerima dan membacanya. Namun dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta dan juga mitos terkait tentang virus Corona yang sekarang sedang menjadi sebuah virus yang dihadapi berbagai negara.

Virus corona bermutasi lebih mematikan (fakta)

Seluruh virus mengakumulasi mutasi dari waktu ke waktu termasuk juga dengan virus Corona. Di mana sekarang luas penyebaran dari berbagai virus bergantung pada sebuah seleksi alam. Artinya, virus yang dapat menyebar tersebut dengan cepat akan bereplikasi secara efektif ke dalam tubuh dan yang paling serius adalah ketika virus ini ini mampu dengan sukses. Namun untuk kondisi ini ini tidak selalu memposisikan virus menjadi sebuah hal yang berbahaya. Sebab virus yang  paling berbahaya ya akan membunuh dengan cepat atau membuat seseorang merasa sakit sehingga kemungkinan kecil untuk dapat ditularkan. Sementara itu dari analisis genetik yang ditemukan oleh para ilmuwan di China terhadap 103 sampel virus dari pasien yang ada di Wuhan menunjukkan bahwa ada 2 jenis strain yang terdeteksi ya ini l dan juga S mereka juga menyebutkan bahwa kemungkinan strain l lebih agresif baik dalam hal transmisi ataupun juga dalam hal replikasi. Terhadap ini teori tersebut bersifat spekulatif titik dikarenakan teori tersebut belum ada perbandingan langsung untuk dapat melihat Apakah orang yang terpapar sebuah virus cenderung lebih mampu menularkan atau menderita gejala yang lebih parah.

Virus Corona bisa menular dari udara  (mitos) 

Selain itu juga dari informasi terkait virus yang beredar yang dimana virus tersebut dapat menular dari udara tersebar luas di media dan juga di grup grup percakapan. Dunia WHO sendiri juga menegaskan bahwa faktanya virus Corona sendiri tidak dapat menular melalui udara. Adapun pihak dari WHO juga mengkonfirmasi bahwa hal tersebut benar adanya melalui sebuah akun Instagram milik Who pada Jumat 10 April 2020. Who menyebut bahwa anda bisa saja tertular virus jika memang berada dalam jarak 1 meter dari penderita virus covit 19. Selain itu juga, mereka juga menjelaskan, bahwasannya Covid-19  sendiri dapat menular melalui droplet atau juga tetesan liur pasien positif virus corona yang dimana bisa ditularkan jika batuk,bersin ataupun juga berbicara. Kemudian juga penularan dari virus corona ini juga dapat menular melalui sebuah sentuhan permukaan yang dimana permukaan tersebut sudah terkontaminasi droplet dengan cara tidak sadar jika anda menyentuh mata, ataupun juga hidung, dan mulut sebelum anda mencuci tangan.

Virus menular melalui pandangan mata (mitos) 

Menjaga sebuah jarak aman yang dimana antar warga merupakan sebuah cara yang dianjurkan untuk dapat mencegah penyebaran virus corona yang ada. Karena tidak hanya melalui udara, virus corona juga seperti kabar yang santer terdengar dapat menular juga dari pandangan mata dari pasien yang sudah terinfeksi kepada orang lain. Menanggapi sebuah hal tersebut. Menanggapi sebuah informasi tersebut, dokter spesialis paru, yaitu DR dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) menyampaikan, bahwa virus corona sendiri sejatinya tidak dapat menular melalui sebuah pandangan mata. Menurutnya, juga memang ada seorang petugas kesehatan yang dimana terjangkit karena virus tersebut masuk ke dalam mata, namun meskipun mereka telah memakai masker kesehatan yaitu N95. Tetapi, penularan tersebut tidak terjadi karena petugas berpandangan langsung dengan pasien yang terjangkit virus. Penularan tersebut adalah sebuah penularan yang dimana terindikasi dari petugas yang lupa mencuci tangan dan tanpa sadar menggosokan tangannya ke area mata. Jadi untuk kasun virus corona bisa menyebar melalui pandangan mata hal tersebut tidak benar adanya. 

Infeksi virus corona menjangkit semua umur (fakta)

Berdasarkan dari sebuah data yang terkumpul dari Quartz,  yang dimana serangan virus corona sendiri merupakan sebuah jenis virus baru yang dimana diketahui lebih banyak untuk menginfeksi orang-orang yang dimana sudah berusia lanjut. Meski masih tergolong sebuah virus baru, sebuah data yang ada di inggris dan juga china yang mana menyebutkan adalah 41 kematian yang terjadi diakibatkan sebuah virus corona ini dan dimana diantaranya adalah pasien yang sudah berusia lanjut yaitu sudah berusia 50 tahun. Usia lanjut sendiri adalah sebuah rentan yang dapat terinfeksi virus sebab dimana mereka berpotensi memiliki kondisi yang lebih kronis seperti diabetes ataupun juga riwayat penyakit paru. Kondisi tersebut dimana pada akhirnya mereka kesulitan untuk dapat menghadapi sebuah serangan dari patogen virus baru.

Sementara itu, di dalam makalah yaitu  New England Journal of Medicine menganalisis karakteristik atau ciri dari 425 orang pertama di Wuhan yang dimana mereka terinfeksi oleh virus penyebab Covid-19 ini. Ditemukan, juga tidak ada yang dimana pasiennya atau penderita yang lebih muda dari usia 15 tahun. Usia rata-rata pasien yang terinfeksi adalah 59 tahun, dan setidaknya di pertengahan Januari, orang termuda meninggal yang dimana diakibat oleh penyakit tersebut yaitu berusia 36 tahun. Tak hanya itu saja, para NJEM penulis, juga menuliskan bahwa anak-anak yang mungkin akan mendapatkan virus namun gejala yang tampak tersebut akan lebih ringan dibandingkan jika virus tersebut hinggap di orang dewasa.

Virus bisa mati dengan alkohol (fakta)

Saat ini dimana banyak sekali produk alkohol yang disebut dapat membunuh sebuah virus corona apakah semua alkohol dapat digunakan secara efektif untuk dapat menangkap atau membunuh virus corona?. Banyak sekali sekarang ini hampir keseluruhan berbasis alkohol yang dimana hal ini mengandung sebuah larutan etanol yang tinggi dimana diantaranya adalah 60-80 persen kadarnya. Kandungan tersebut dimana dapat membunuh sebuah virus yang dimana akan sama efektifnya dengan menggunakan sabun. Namun untuk kerja sabun sendiri lebih baik digunakan untuk dapat membunuh virus. Sebab cara kerja sabun sendiri juga dimana dinilai lebih efektif. Dengan sedikit air yang digunakan untuk dapat membasahi permukaan kulit, dan menggosokannya perlahan maka cairan sabun akan menjangkau seluruh permukaan kulit anda. Sedangkan untuk menggunakan alkohol yang berbasis sanitizer sendiri tidak mudah menjangkau seluruh sela-sela bagian kulit yang ada. Oleh karena itu penting untuk dapat menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sesudah memegang sesuatu karena hal tersebut dapat dilakukan dan menjadi yang paling efektif untuk dapat menghilangkan virus yang ada. 

Itulah beberapa mitos dan juga fakta terkait dengan virus corona, yang dimana belakangan ini marak kita dengan dari sosial media ataupun juga dari pesan singkat. Untuk semua informasi mengenai virus corona ada baiknya kita menelaah lebih jauh kebenaran informasi tersebut agar nantinya tidak akan menimbulkan banyak ketakutan di masyarakat luas. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan semoga kita semua dilindungi, oleh karena itu penting untuk dapat menjaga kebersihan diri dan juga sekitar mencuci tangan sesering mungkin, menggunakan masker, dan menjaga jarak adalah hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menekan penyebaran virus ini. Tetap sehat!

Fakta Mengenai SARS Yang Pernah Mewabah

Sekarang ini dunia sedang disibukkan dengan wabah dari virus corona, yang dimana virus ini pertama kali muncul di Wuhan pada tahun 2019. Yang dimana sekarang virus ini menyebar hampir ke seluruh dunia puluhan ribu korban sudah berjatuhan yang dimana korban terjangkit wabah virus Corona. Namun tahukah anda sebelum virus corona muncul, sudah lebih dulu sebelumnya muncul sebuah virus yang dimana gejalanya juga mirip dengan Corona virus, virus ini dikenal dengan nama SARS. Kasus pertama tentang penyakit atau virus SARS yang dimana virus tersebut menyerang pernapasan pertama kali muncul pada 16 November 2002 pertama kali muncul di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, Cina. 

Fakta Tentang Virus SARS

Pada saat virus SARS pertama kali ditemukan para tenaga medis di China sendiri gagal untuk dapat mendeteksi jenis penyakit tersebut dan dalam sekejap virus SARS pada akhirnya mewabah di dunia. SARS atau kepanjangan Severe Acute Respiratory Syndrome sendiri merupakan sebuah penyakit menular yang dimana penyakit tersebut mempengaruhi sebuah sistem pernapasan memiliki seseorang. Dilansir juga oleh WHO bahwa virus SARS sendiri merupakan sebuah virus yang berekmbaang dari manusia ke manusai serta kelelawar yang dimana menyebarkan ke hewan lainya seperti halnya kucing ataupun musang yang kemudian pada akhirnya virus ini bertransmisi ke manusia. Namun apa sajakah fakta tentan penyakit SARS yang perlu anda ketahui? Bisa menyimak tentang artikel ini.

Fakta Seputar Penyakit SARS

Pada saat kemunculan virus SARS pemerintahan sendiri menyangka jika penyakit SARS adalah sebuah wabah virus yang menyebabkan penyakit flu, karena gejala yang ditimbulkannya mirip dengan sebuah virus influenza. Beberapa yang ditimbulkan oleh seseorang yang terjangkit virus SARS diantaranya adalah diare, batuk, demam, dan sakit kepala, menggigil, serta disertai juga dengan nyeri otot. Gejala tersebut biasanya juga akan dialami pengidap dan akan berlangsung pada minggu-minggu pertama pada saat orang tersebut terjangkit virus tersebut. Berikut ini fakta tentang penyakit SARS : 

  • Penyakit SARS sendiri merupakan sebuah penyakit yang menyerang sebuah pernapasan akut yang dimana virus ini disebabkan oleh sebuah virus RNA (Ribonucleic Acid).
  • Virus dari penyakit SARS sendiri biasanya akan menyebar melalui air liur para pengidap dengan cara seperti bersin, batuk, atau dengan cara kontak langsung. 
  • Virus penyebab penyakit SARS biasanya akan menyebar setelah masa inkubasi kurang lebih selama 2-7 hari.
  • Setelah penyebaran, seseorang yang mengidap penyakit SARS akan membutuhkan waktu kurang lebih selama beberapa minggu atau juga bulan untuk dapat pemulihan total.

Untuk dapat mendeteksi sebuah virus SARS yang ada di dalam tubuh seseorang biasanya dokter akan melakukan dua pemeriksaan yang pertama yang akan diambil dari jaringan hidung bagian dalam atau Nasofaring dan juga melalui feses. Ketika nantinya penyakit ini sudah terdeteksi, maka menangani pengidap penyakit SARS ini nantinya akan difokuskan pada sebuah terapi suportif yang nantinya akan dilakukan dengan cara mengupayakan agar para pengidap dari penyakit SARS ini tidak akan mengalami sebuah dehidrasi dan juga tidak adanya sebuah infeksi lanjutan yang disebabkan oleh penyakit ini. 

Langkah Pencegahan Penyakit SARS

Penyebaran sebuah virus SARS yang sangat mudah tersebut tentunya, membuat semua orang pada saat itu merasa sangat khawatir. Cara terbaik pada saat itu yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penyakit ini adalah menghindari bepergian ke negara-negara yang memang menjadi tempat penyakit SARS. Selain itu juga, berikut ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit SARS yang dapat dilakukan 

  • Hindari dengan berkontak langsung dengan beberapa orang-orang yang sudah terinfeksi penyakit SARS. Hal tersebut juga dapat dilakukan karena  dengan cara berkontak langsung merupakan sebuah jembatan penularan SARS yang paling berbahaya.
  • Menjaga dengan cara menerapkan sebuah pola hidup sehat dengan cara melakukan sebuah langkah sederhana tersebut, seperti halnya membiasakan dengan cara cuci tangan sebelum makan dan juga sesudah beraktivitas.
  • Gunakan masker untuk dapat mencegah penyebaran virus SARS yang juga diketahui dapat menyebar melalui udara.

Ketika beberapa langkah tersebut sudah anda lakukan, maka segera temui dokter jika anda atau keluarga menemukan beberapa serangkaian dari gejalanya untuk mendapatkan sebuah penangan yang sangat tepat. Pasalnya adalah ketika penyakit ini tidak mendapatkan sebuah perawatan yang tepat makan nantinya akan kehilangan nyawa karena di sebabkan dengan komplikasi, hal yang paling parah yang bisa terjadi pada setiap pengidapnya. Tentunya hal tersebut sangat memerlukan sebuah penangan khusus. Karena jika terbukti terjangkit virus SARS maka harus mengisolasi diri di rumah. 

Komplikasi yang Dapat Disebabkan oleh SARS

Meski penyakit ini dapat disembuhkan dengan sistem dari imunitas tubuh yang kuat, virus SARS sendiri dapat menyebar dengan sangat mudah kepada orang lain. Gangguan pada sebuah sistem pernapasan akut tersebut yang dimana hal tersebut dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, yang ada di antaranya:

  • Kegagalan Pernapasan

Komplikasi yang juga satu ini biasanya juga dapat terjadi ketika nantinya paru-paru tersebut juga tidak membuang sebuah karbondioksida yang ada di dalam darah. Akibatnya adalah nantinya darah akan kekurangan asupan oksigen sehingga nantinya pengidapnya juga bisa saja dapat kehilangan kesadaran secara mendadak atau tiba-tiba. 

  • Kerusakan Hati

Komplikasi yang dapat terjadi yang diakibatkan dengan penyakit ini adalah sebuah kerusakan hati dimana nantinya ketika sebuah hati sudah tidak dapat berfungsi dengan baik maka nantinya kondisi tersebut juga dapat mengancam nyawa para pengidapnya. Bahayanya lagi kerusakan hati biasanya bisa terjadi karena hal ini nantinya akan sulit terdeteksi pada saat awal kemunculannya. 

  • Gagal Jantung

Selanjutnya komplikasi yang dapat disebabkan oleh virus SARS ini adalah Gagal jantung, yang dimana nantinya akan membuat organ jantung pada penderitanya tidak dapat memompa darah dengan cara yang normal. Dan juga serta nantinya akan menyebabkan sebuah penyempitan arteri yang ada pada organ jantung. Hal ini tentunya merupakan sebuah hal yang berbahaya dikarenakan jantung sendiri fungsinya sangat penting untuk tubuh manusia. 

Virus dan penyakit SARS sendiri memang sudah melewati sebuah masanya dari virus ini. Namun hingga kini penyakit tersebut masih dipercayai sebagai sebuah ancaman virus serius di dunia kesehatan. Karena hingga saat ini belum ada obat ataupun juga antivirus yang bisa dijadikan sebuah penangkal virus dari penyebab virus SARS ini. 

Sekarang ini dunia sedang dihadapkan dengan wabah virus Corona dimana virus Corona sendiri menjadi sebuah virus yang juga menyerang sebuah sistem pernapasan jika menjangkit seseorang, virus corona juga dianggap mirip dengan virus SARS karena sama-sama virus yang dapat menyebabkan sebuah komplikasi dan kematian pada pasiennya. Di indonesia sendiri sudah banyak yang menjadi korban dan terjangkit virus corona karna hingga kini virus tersebut juga sama seperti virus SARS dimana belum ditemukan vaksin atau penangkal virusnya hingga kini. Oleh karena itu dengan cara menjaga selalu kesehatan dan juga kebersihan diri akan menjauhkan diri kita dari ancaman virus berbahaya tersebut. Semoga dengan adanya info ini bisa berguna. Terimakasih. 

Hanta Virus Apakah Pesaing Dari Corona ?

Belum selesainya pandemic dari virus mematikan Corona atau bernama lain secara Ilmiah ialah COVID 19, yang dimana sudah mucnul lagi virus bernama Hanta Virus. Sebenarnya virus ini masuk kedalam virus lama dan juga mematikan bagi yang mengalaminya. Virus Hanta ini sendiri juga sudah trend kembali untuk baru-baru ini lewat sosial media bernama Twitter. Banyak sudah yang memakai hastag Hantavirus dengan mendapati kurang lebih dari 480.000 Tweet.

Mengapa bisa sampai trend hingga viral kembali dan membuat masyrakat panic kembali ?..  pasalnya hal ini terjadi berkat adanya seorang Pria yang memang berasdalkan dari provinsi Yunnan, China bagian barat daya ini meninggal pada bulan Maret saat sedang melakukan perjalanan ke Provinsi di Shandong Timur.

Hantavirus Dari Seekor Tikus

Selain itupun juga ada 32 orang yang berada di dalam bus yang sebelumnya menaiki bus yang di naiki pria ini pun ikut serta dalam pemeriksaan. Dan terdapat sebuah laporan dari petugas medis ini pun juga sudah menemukan adanya kematian pasien yang memang tidak langsung berkaitan dengan adanya Virus Corna yang sedang menyerang Bumi tercinta kita ini. dan diketahui akhirnya pria tersebut meninggal karena terjangkit virus Hanta.

Mengenali HantaVirus Sebelum Corona Menyebar

Sebenarnya si, banyak sudah kabar bahwasannya hanta virus ini adalah sebuah virus yang sudah ada sejak dulu dan berdasarkan dari penularan hewan Tikus melalui makanan yang dikonsumsi oleh orang yang terjangkit tersebut. nah, apakah benar ini semuan ya ? langsung di cek saja selengkapnya di bawah ini.

Sebenarnya, Hanta Virus Itu Apa Sih ?

Kalau kalian melihat pengertiannya dari wiki maka, kalian akan sedikit saja memahami apa yang dimaksud dengan Hanta Virus ini. disini kita kasih secara garis besar ya guys. Yang diambil langsung dari adanya sebuah laporan penelitian yang berjudulkan langsung ‘ Infeksi Hantavirus : Penyakit Zoonosis Yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya Di Indonesia ‘. Dimana, laporan penelitian ini sudah di lansir langsung dari halaman situs Kementrian Kesehatan yang menyebutkan Infeksi dari Hantavirus ini sendiri merupakan adanya salah satu Zoonosis yang memang telah di tularkan langsung oleh hewan Rodensia atau hewan pengerat ke manusia.

Kurang lebihnya memang sama seperti Corona yang langsung mengakibatkan gangguan kesehatan. Namun, Hantavirus ini sendiri merupakan sebuah INFEKSI yang memang mengakibatkan adanya gangguan bagi kesehatan masyarakat yang terutama banget di negara yang berkembang ini.

Untuk gangguan yang diterima langsung pada kesehatan manusia ini bisa berupa:

  • kelainan pada Ginjal yang diikuti langsung oleh paru-paru
  • lalu adanya demam awal
  • munculnya bintik perdarahan yang ada di muka
  • adanya sakit kepala yang kemudian berlangsung menjadi hipotensi
  • buang air kecil pun menjadi lebih sedikit, nsmun sering buang air kecil.

Dan mengenai angka kematiannya bisa mencapai 12 % Sejauh ini ya guys.

Bagaimana HanaVirus Ini Bisa Diketemukan ?

Untuk penyakit ini sendiri telah diketemukannya pada kasus yang terinfeksi Hantavirus dengan kurang lebihnya 3000 tentara Amerika yang berada di Korea tahun 1951 sampai pada 1954 yang kemudian langsung menyebar ke Amerika yang banyak terjadi sebuah kasus yang banyak sekali menyebabkan banyaknya kematian akibat terjadinya gagal jantung.

Mulai saat inilah, INFEKSI dari virus tersebut menarik perhatian mata dunia. Pertama kali terjadinya sebuah isolasi itu sendiri sejak tahun 1976 yang kemudian di identifikasikan secara langsung mengenai beberapa Strain, Galur, Serotype atau Hantavirus yang lainnya.

Dilansir dari laporan oleh beberapa orang yang telah di susun bernama Indrawati Sendow, NLPI Dharmayanti, M Saepullah serta RMA Adjid menulis dilaporannya kurang lebih ada 22 Hantavirus ini memiliki sebuah sifat yakni Patogen bagi Manusia yang langsung terdiri langsung dari 2 penyakit yakni Hemorrhagic Fever dengan Renal Syndrome dan juga Hantavirus Pulmonary Syndrome atau keduanya ini dikenal dengan ( HFRS & HPS ).

Seperti Apa Virus Ini Sendiri ?

Dari beberapa sumber yang ada Hantavirus ini terlihat dari adanya sebuah karaktergenetiknya. INFEKSI pada Hantavirus ini juga langsung disebabkan oleh Virus Hanta Genus Hantavirus yang masih masuk kedalam famili Bunyaviridae.

Virus ini sendiri juga memiliki single stranded RNA yakni terdapatnya 3 segmen yang memang memiliki sebuah bentuk sferikal dengan memiliki sebuah diameter yakni antara 80 sampai pada 120 nm dengan panjangnya sendiri kurang lebih mencapai 170nm.

Hantavirus ini , disebut-sebut tidak akan tahan terhadap adanya pelarut lemak seperti halnya deterjen, pelarut organik serta adanya hipoklorit. Dan hantavirus ini pun juga telah diinaktivasi dengan adanya pemanasan serta sinar ultraviolet.

Samakah Penularannya Dengan Corona atau Covid 19 ?

Untuk penularannya dengan Corona sudah bisa kejawab “ TIDAK “. Pasalanya penularan dari Hantavirus ini sendiri ke manusia pun bisa melalui adanya sebuah kontak dengan adanya hewan reservoir rodensia yang telah terinfeksi langsung ataupun adanya kontak kalian dengan adanya ekskresi yakni Saliva, Urine atau pada bagian feses.

Untuk penulurannya itu sendiri ke manusia ini pun juga bisa terjadinya melalui aerosol dari adanya debu ataupun benda-benda yang memang telah terkontaminasi langsung oleh adanya urine dan juga pastinya pada faases rodensia tadi yang telah mengandung adanya Hantavirus ini.

Sedikit gejala yang terjadia dari Hantavirus ini menyebabkan INFEKSI langsung yang menyebabkan HFRS dan juga HPS pada manusia dengan masa inkubasinya sekitar 2 sampai 8 minggu masanya.

Pada Masanya, Situasi Dari Penyebaran Hantavirus Ini Gimana ?

Nah, penyebaran dari INFEKSI Hantavirus ini sendiri dengan adanya gejala klinis pada diri manusia ynag banyak sekali di temukan di daerah China serta di negara Korea. Tidak hanya Corona, ternyata Hantaviruspun lagi -lagi berasal dari negara China.

Yang diaman, China ini menjadi negara yang terendemis untuk penyakit Hantavirus yang di perlihatkan langsung dari adanya laporan yang menyatakan hawa sekitaran dari 70% sampai 90% pun memiliki kasus terinfeksi hanta di dunia ini. dan China menjadi no 1 sedangkan Korea menjadi peringkat kedua sejak tahun 1996 silam.

Pemberian pada vaksiniassi ini juga sudah dimulaisejak tahun 1991 silam di negara Korea. Yang memiliki dampak sangat signifikan dengan adanya sebuah penurunan kasus yang sangatlah drastis sekali tahun 1998 silam.

Sedikit Pngendalian Penyakit Hanta Virus Yang Bsia Dilakukan

Sudah pastinya, pertama kali yakni dengan cara Vaksinisasi yang dinilai masih jauh efektif lagi. Dimana bisa untuk melakukan sebuah pencegahan Infeksi Hantavirus sehingga nantinya juga sudah berkembang dengan adanya Vaksin Multivalent rekombinan yang terdiri langsung dari beberapa Strain atau Serotype Hantavirus yang memang bisa mencgah Infeksi Hantavirus.

Dan vaksin dari HantaVirus ini juga berasal langsung dari jaringan Ginjal Garbil dan juga Hamster telah banyak di produksi langsung di negara China dengan negara Korea. Yang dilakukan pada pemberian vaksinisasi Hantavirus yang memang bisa dapat terus untuk menurunkan adanya banyak kasus yang telah terinfeksi pada manusia secara sangat drastis.

Corona virus, virus baru yang sangat mematikan

Corona virus, virus baru yang sangat mematikan

Saat ini, dunia sedang dilanda sebuah virus yang sangat mematikan dan telah menewaskan banyak orang di dunia. Telah diketahui, bahwa corona virus adalah sebuah virus yang baru dan telah menyebar serta menular di seluruh negara yang ada di dunia. Asal mula dari virus corona ini, adalah sebuah virus yang berasal dari China, yakni di sebuah kota Wuhan. Virus corona ini pun pertama kali ditemukan di China pada akhir tahun 2019, dan telah menyebabkan hingga lebih dari empat ribu orang di China terkena virus corona yang satu ini, dan telah menewaskan hingga lebih dari seribu orang di China.

Selain itu, virus corona yang satu ini tidak mengenal umur ataupun keadaan, dari anak-anak sampai dengan orang tua pun terjangkit virus corona yang sangat mematikan. Dan salah satu fakta yang mengejutkan mengenai virus corona ini, adalah gejala nya yang tidak bisa dibedakan dengan sekedar penyakit flu biasa dengan corona. Karena, penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini akan memiliki sebuah gejalanya yang sama seperti penyakit flu, yakni batuk-batuk, dada sesak, dan flu.

Namun, jika terkena virus corona yang satu ini pun akan disertakan dengan demam serta nyeri di seluruh badan. Karena, virus corona adalah sebuah virus yang akan menjangkit sebuah saluran pernafasan yang akan membuat siapapun yang terjangkit akan susah bernafas. Dan jika terkena virus corona disertakan dengan tidak adanya penanganan dari sang ahli atau dokter, maka lama kelamaan tubuh pun akan merasakan kejang-kejang, pingsan mendadak, dan tentunya akan menyebabkan kematian.

Dalam jangka waktu 3 bulan, ternyata virus corona yang satu ini telah menjangkit hingga lebih dari puluhan ribu orang di China. Bahkan, di beberapa negara yang terkena dan terjangkit virus corona ini pun tentunya sudah banyak. Yakni, Negara Australia, Negara Kamboja, Negara kanada, Negara Jepang, Negara Korea Selatan, Negara Malaysia, Negara Singapura, Negara Sri Lanka, dan tentunya Negara Indonesia, serta masih banyak lagi negara-negara lainnya yang terkena dan terjangkit virus corona yang sangat mematikan ini. bahkan, WHO telah mengeluarkan sebuah siaga darurat terhadap virus corona yang satu ini.

Bagaimana tidak? Virus corona hanya dengan jangka waktu singkatnya tiga bulan sudah menjangkiti 16 negara yang ada di dunia. Bahkan, saat ini pun rupanya negara-negara yang terjangkit virus corona sudah bertambah dan orang yang terkena kasus virus corona ini pun kian bertambah. Sebuah virus corona di Indonesia ini pun rupanya sudah menyebabkan 7 kematian yang disebabkan karena telah terjangkiti virus yang berasal dari China. Penasaran dengan berita virus corona ini? Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, segera simak artikel yang satu ini!

Penularan dari virus Corona

Telah diketahui oleh sepanjang sejarah dunia bahwa virus corona ini adalah sebuah virus yang telah menjangkiti hingga lebih dari puluhan ribu orang yang ada di China, bahkan di dunia, hanya denngan jangka waktunya 3 bulan. Bahkan, di Indonesia sendiri virus corona ini pun sudah menjangkiti hingga ratusan orang dan menyebabkan kematian hingga 7 orang yang tewas akibat virus corona. Sebuah penularan yang diakibatkan oleh satu manusia ke manusia lainnya ini rupanya diperkirakan dengan terjadinya sebuah kontak langsung dari orang yang terjangkit dengan yang tidak.

Virus ini rupanya bisa tertular hanya dengan batuk ataupun bersin disebuah lingkungan yang sehat sekali pun. Selain itu, rupanya jika seseorang habis memegang sebuah benda dan kemudian dipegang kembali oleh orang yang tidak terjangkit virus corona tanpa mencuci tangan sesudahnya dan langsung memegang wajah, maka orang tersebut pun tentunya akan terjangkit virus corona dengan gejala yang tidak bisa di prediksi. Sangat menyeramkan bukan? Karena, banyaknya orang yang menderita gejala akan virus corona ini cenderung hanya memikirkan sebuah penyakit flu biasa. Hendaknya selalu menggunakan Hand Sanitizer sehabis melakukan berbagai macam aktivitas di luar.

Virus corona yang sangat mematikan telah menjangkit ke Indonesia

Telah diketahui, bahwa virus corona yang satu ini telah menjangkiti hingga lebih dari puluhan ribu di China. Bahkan, hanya dengan jangka waktunya sekitar 3 bulan, rupanya virus corona ini pun telah menularkan dan menjangkiti hingga lebih dari 16 negara. Banyaknya keluarga yang merasa kehilangan akan anggota nya yang telah tewas akibat terjangkit virus corona ini. Sebuah fakta yang sangat mengejutkan oleh masyarakat Indonesia ini, ialah virus corona telah mengjangkiti Indonesia.

Tentunya hal tersebut telah memberikan sebuah kekhawatiran akan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Virus yang sangat mematikan dan tidak diketahui akan obat yang dapat menyembuhkan virus corona ini telah berada di Indonesia dan telah menjangkiti masyarakat Indonesia. Bahkan, saat ini banyaknya sekolah-sekolah serta pekerjaan dan mall yang ditutup oleh pemerintah yang terkait dengan kesehatan memutuskan untuk menutup yang bertujuan untuk mematikan sebuah “rantai” dari virus corona yang akan menjangkiti lebih banyak lagi orang yang terkena virus corona.

Sebuah fakta yang mengejutkan, bahwa saat ini (Rabu, 18/03/2020) virus corona yang satu ini telah menjangkiti hingga 227 orang yang positif terkena virus corona dan ada di seluruh Indonesia. Dan telah menewaskan hingga 7 orang. Dan pemerintah kesehatan yang ada di Indonesia ini pun telah memutuskan untuk mengubah sebuah status siaga terhadap virus corona yang ada di Indonesia. Walaupun pemerintah Indonesia telah melarang seluruh masyarakat Indonesia melakukan berbagai macam aktifitas di luar rumah, namun tetap saja ada beberapa masyarakat yang “ngeyel” dan tetap cuek serta tidak peduli dengan virus corona yang satu ini. Hingga saat ini, tentunya telah banyak orang yang ada di seluruh Indonesia sangat was-was dan sangat “greget” terhadap masyarakat yang menganggap bahwa virus corona ini adalah sebuah virus yang biasa.

Cara menghindari dari terjangkitnya virus corona yang wajib diketahui!

Banyaknya masyarakat yang masih menanggap bahwa virus corona ini hanyalah virus main-main saja. Sebenarnya, virus corona ini adalah sebuah virus yang sangat amat mematikan. Bahkan, kementrian kesehatan yang ada di Indonesia telah memberikan sebuah status siaga terhadap virus corona ini. Untuk menghindari dari terjangkitnya virus corona yang satu ini pun tentunya sangat mudah, sehingga siapapun akan bisa melakukannya. Berikut cara menghindari dari terjangkitnya virus corona yang berbahaya:

  1. Selalu gunakan Hand sanitizer sehabis melakukan kegiatan apapun di luar rumah.
  2. Jangan bepergian ke luar rumah jika tidak ada nya kepentingan yang darurat.
  3. Hendaknya selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  4. Jangan pernah mendekati seseorang yang sedang flu atau batuk, karena bisa saja itu adalah sebuah gejala dari virus corona.

Sangat mudah bukan? Tentunya selalu mengajarkan anak-anak mu atau teman dilingkungan mu selalu menjaga kebersihan agar terjauhi dari virus corona yang sangat berbahaya.

Nah, itu dia berbagai macam ulasan mengenai virus corona yang sangat berbahaya dan sangat mematikan. Semoga artikel ini bermanfaat!